Pak Jokowi! Ponijan Selama Ini Hanya Diberi Janji Manis Pemerintah, Butuh Uluran Tangan
Warga miskin di Muarojambi, Jambi dengan lima anak hidup di sebuah gubuk tak layak huni (Foto: Haluanjambi.co/Budi Harto)

JAMBI, HALUAN.CO - Meski sejak 75 tahun lalu Indonesia telah merdeka, namun cerita pilu hidup masyarakat di bawah kemiskinan selalu saja menghiasi negeri ini. Hal itu terjadi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini sudah menduduki jabatannya untuk periode kedua

Ponijan misalnya, yang hidup di bawah garis kemiskinan di Kabupaten Muarojambi, Jambi ini, hingga kini belum tersentuh oleh bantuan pemerintah

Berprofesi sebagai buruh serabutan, Ponijan tinggal digubuk yang tak layak huni bersama lima anggota keluarga lainnya di Desa Simpang Limo, Kecamatan Jambi Luar Kota.

Menurut Ponijan, meski ada program bedah rumah dari pemerintah, namun hal itu tak tersentuh olehnya. Ia mengaku miris dengan kondisi kehidupannya saat ini.

"Sehari-hari kerja saya hanya buruh, kadang saya bekerja jadi tukang sadap karet orang," ujarnya dengan nada lirih, saat dijumpai di kediamannya, Selasa (21/1/2020).

Ponijan mengaku, dari hasil kerja menyadap karet dibayar 40 ribu perhari, itupun katanya jika cuaca bagus maka akan mendapat hasil, jika tidak maka kerjaanya hanya menjadi sia-sia saja.

"Itupun kerjanya tidak rutin (menyadap karet, red) terpaksa cari kerjaan lain jika ada," ucapnya.

Selain itu diakuinya, dia bersama anggota keluarga lainnya tak pernah mencicipi bantuan PKH dari desa. Bahkan menurutnya, mereka hidupnya yang layak mendapatkan bantuan itu.

Tegas tak Pandang Buluh, Inilah Mursida 'Rismanya' Jambi

Padahal katanya, sebelumnya berulang kali perangkat desa setempat mendata dirinya untuk mendapat bantuan bedah rumah, namun tetap saja dirinya tak mendapatkannya.

"Saat bantuan bedah rumah ini dilaksanakan, ternyata rumah saya tidak jadi dibedah, menurut ketua Rt dan Kadus, bantuan ini diarahkan kepada adik kandung dari Kades," bebernya.

Mungkin katanya, itu sudah menjadi bagian orang miskin seperti dirinya, hanya bisa menerima janji manis dari pemerinta.

Penulis: Budi Harto