Pakai Bahasa dan Sosialisasi Sederhana agar Masyarakat tak Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - DPR-RI mendorong Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah (Pemda), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama tokoh masyarakat agar secara massif mengedukasi masyarakat terkait Standard Operational Procedure (SOP) dan protokol kesehatan pemakaman jenazah pasien yang terinfeksi.

Mengapai hal ini penting: Hal ini Ini diperlukan agar tidak menimbulkan kecemasan dan ketakutan dari masyarakat akan terjadi penularan jika jenazah dimakamkan di wilayah mereka.

Konteks:

  • Di berbagai daerah terjadi penolakan pemakaman terhadap pasien positif Covid-19, karena takut tertular seperti terjadi di Banyumas Jawa Tengah, Lampung dan Gowa (Sulawesi Selatan).
  • Di Banyumas warga membunyikan kentongan hingga ada yang melempar batu agar pemakaman di sekitar desa mereka batal dilaksanakan. Sedangkan di Lampung, warga sekitar pemakaman memasang spanduk penolakan berukuran besar di lokasi pemakaman. Begitu juga yang terjadi di Gowa, penolakan pemakaman bahkan berakhir ricuh.
  • Penolakan juga terjadi pada pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)karena pemulasaran dan proses pemkaman jenazah dilakukan sama dengan pasien positif Covid-19.

Apa katanya:

  • Bahasa dan cara sosialisasinya perlu dibuat sesederhana mungkin agar setiap masyarakat, baik itu di kota maupun di desa, dapat benar-benar memahami .
  • Tidak ada yang perlu ditakuti dari pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 yang sudah dilakukan sesuai prosedur protokol kesehatan.
Tujuh PDP Corona Meninggal di Riau

Apa yang dilakukan: Pada saat bersamaan DPR engimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi penolakan jenazah pasien Covid-19, mengingat jenazah pasien terinfeksi Covid-19 sudah ditangani sesuai prosedur protokol kesehatan dan harus segera dimakamkan.

"Di saat-saat seperti ini justru kita semua harus menunjukkan sikap kerukunan dan gotong royong yang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia," kata Ketua DPR Puan Maharani di Jakarta, Rabu (8/4/2020).


0 Komentar