Pakar Hukum Harap KPK Jangan Berhenti di Wahyu Setiawan, Periksa Hasto

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi gedung KPK. (Foto: Merahputih)

-

AA

+

Pakar Hukum Harap KPK Jangan Berhenti di Wahyu Setiawan, Periksa Hasto

News | Jakarta

Sabtu, 11 Januari 2020 13:06 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pakar Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Suparji Ahmad berharap, kasus dugaan suap yang melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan diusut hingga tuntas. Karena, jika tidak ada tersangka baru, maka kasus ini dianggap blunder.

"Ini pertaruhan besar. Kalau hanya berhenti di situ saja, orang tidak akan percaya KPK, blunder," kata Suparji dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Sabtu (11/1/2020).

Wahyu Setiawan akan Digantikan I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi

Menurut Suparji, KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri harus berani memanggil semua orang-orang yang namanya diduga terlibat.

"Seperti Sekjen PDIP, untuk mencegah fitnah maka lebih baik dipanggil untuk klarifikasi," tuturnya.

"Kalau KPK hanya menggebrak di sini saja dan berhenti begitu saja, kita ingat kasus Century, e-KTP, Pelindo, ramai di depan tapi tidak lagi karena pihak yang terkait di sana (nama besar) tidak muncul," sambungnya.

Dikatakan Suparji, sejak lama masyarakat menyadari bahwa sumber korupsi di Indonesia lantaran biaya politik yang mahal. Setelah berhasil menjadi wakil rakyat, mereka kemudian berupaya mengembalikan modal lewat menggerogoti uang negara.

"Dengan kasus kemarin itu terkonfirmasi adanya perselingkuhan yang nyata. Sebuah kejahatan demokrasi yang melibatkan antara panitia dan peserta. Fakta saat ini keterlibatan parpol mencoba melabrak rambu yg ada. Menjadi penting bagi KPK menelusuri kasus ini," tukasnya.

KPU Sebut Permohonan PAW Harun Masiku Ditandatangani Ketum dan Sekjen PDIP

0 Komentar