PAN Desak Pemerintah Transparan Buka Peta Persebaran Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay. (FOTO: Istimewa)

-

AA

+

PAN Desak Pemerintah Transparan Buka Peta Persebaran Corona

Nasional | Jakarta

Sabtu, 04 April 2020 08:18 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, mendesak pemerintah membuka transparan peta persebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh wilayah di Indonesia.

Saleh menilai, masyarakat berhak dan sangat perlu mengetahui secara detail persebaran Covid-19 di Tanah Air.

Mengapa ini penting: Dengan dibukanya peta persebaran Covid-19 secara transparan, maka masyarakat dapat menghindari dan berbuat sesuatu untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Konteks:

  • Pemerintah belum membuka peta persebaran Covid-19 secara detail per wilayah.
  • Pemerintah hanya memberi data jumlah pasien positif per provinsi tanpa memaparkan dan mempublikasikan peta persebarannya secara detail
  • Data-data ODP dan PDP tidak diketahui oleh masyarakat. Padahal, mereka yang status ODP dan PDP ini sangat penting untuk dijaga dan diwaspadai.

“Andaikata kita punya perlengkapan terbaik sekalipun, tanpa peta rasanya agak sulit untuk bergerak. Ibarat perang, zona tempurnya harus jelas. Karena ini pakai konsep pertahanan rakyat semesta, masyarakat harus dilibatkan secara aktif," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4/2020).

Penjelasan pemerintah:

  • Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam rapat dengan DPR, Kamis (2/4/2020) menyampaikan bahwa masalah itu bisa ditangani secara cepat dengan menggunakan teknologi.
  • Tapi masalahnya, kata Doni, terkendala dengan persoalan hukum menyangkut kerahasiaan data pasien.

Permintaan untuk pemerintah: Kementerian Kesehatan harus memberikan data-data tersebut ke Gugus Tugas. Kalau hanya sekadar nomor telepon, dipastikan tidak melanggar hukum. Nama, alamat, dan identitas pasien tidak disebutkan sama sekali. Dalam hal ini, sifat menjaga kerahasiaan medis tetap terjaga.

“Lagian, kalau berkaca pada pendapat PB IDI, lebih terbuka lagi. Menurut IDI, membuka identitas pasien covid-19 tidak membuka rahasia medis. Bahkan, nama dan alamatnya pun boleh dibuka. Apalagi ini dimaksudkan untuk menjaga kepentingan kesehatan publik," ujar Saleh.

Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 di Magetan Sembuh

Yang harus dilakukan: Peta persebaran virus harus segera dibuat karena terus berburu dengan waktu. Apalagi, menurut prediksi BIN, puncak penyebaran virus Corona adalah pada Juli di mana akan tercatat 106.287 kasus. Harus bekerja keras agar prediksi ini tidak terjadi. Semua pihak harus berpartisipasi memutus mata rantai penyebarannya.


0 Komentar