Pandemi COVID-19, KSPI Minta Perusahaan Perhatikan Keselamatan Buruh
Pedagang keliling melintas di depan toko yang tutup di Tnah Abang, Jakarta, imbas corona. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM).

JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal meminta perusahaan dan juga pemerintah memperhatikan keselamatan buruh selama masa pandemi virus corona atau COVID-19 pada Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Selasa (28/4/2020). 

Mengapa ini penting: Keselamatan para buruh menjadi perhatian KSPI di tengah pandemi COVID-19. Bahkan, KSPI telah mengingatkan perusahaan terkait potensi para buruh terpapar COVID-19 sejak Februari lalu.

"KSPI sudah mengingatkan untuk memperhatikan isu terancamnya nyawa buruh dan pemutusan hubungan kerja pada pemerintah dan DPR sejak dua bulan lalu terkait situasi COVID-19 ini," kata Said saat dihubungi dari Jakarta.

Konteks: Ada sebuah perusahaan di Tangerang baru meliburkan pekerja setelah ada dua karyawan yang positif COVID-19 dan meninggal dunia. Akibatnya, seluruh karyawan perusahaan yang jumlahnya sekitar 6.000 kemudian masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19.

Apa yang harus dilakukan perusahaan:

• Sejak awal harusnya menyiapkan langkah untuk menghadapi pandemi seperti meliburkan karyawan secara bergilir untuk mengurangi risiko penularan COVID-19.

• Namun, di daerah-daerah, bahkan yang sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan penularan COVID-19 pun, pabrik-pabrik masih tetap beroperasi.

Tingkat Pengangguran di Jepang Meningkat Tajam Akibat COVID-19

PSBB jangan setengah hati:

• Penerapan PSBB mestinya harus dilakukan secara menyeluruh, tidak setengah-setengah. Seperti contoh perusahaan dan pasar boleh beroperasi, sedangkan rumah ibadah dan buruh kecil dilarang.

• Pemerintah daerah yang menerapkan PSBB mengizinkan instansi, lembaga, dan badan usaha yang mengurusi penanganan COVID-19, pelayanan kesehatan, jasa kebersihan, dan pemenuhan kebutuhan pokok tetap beroperasi karena layanan mereka memang dibutuhkan warga.

• Seharusnya selama PSBB seluruh pabrik meliburkan pekerja dengan tetap memberikan upah dan tunjangan hari raya. Terutama untuk perusahaan menengah ke atas.

"Ini penting agar tingkat konsumsi tidak jatuh yang pada akhirnya malah berdampak pula pada kesehatan," ungkap Said.


0 Komentar