Panglima TNI Minta Maaf Anggotanya Bentrok dengan Polri di Papua

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melaksanakan Rapat Kerja (Raker) virtual dengan Komisi I DPR RI, di Subden Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Rabu (15/4/2020). (FOTO: Puspen TNI)

-

AA

+

Panglima TNI Minta Maaf Anggotanya Bentrok dengan Polri di Papua

Nasional | Jakarta

Rabu, 15 April 2020 22:00 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, meminta maaf atas insiden bentrokan antara TNI dan Polri di Kabupaten Memberamo Raya, Papua, pada Minggu (12/4/2020) pukul 07.40 WIT. 

Hadi menegaskan, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi terkait bentrokan tersebut.

Mengapa ini penting:

  • Bentrokan antara TNI dan Polri sudah sekian kali terjadi di Indonesia. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mestinya mengusut tuntas akar permasalahan sehingga tidak terjadi lagi kasus serupa.
  • Untuk di Papua, bentrokan antara TNI-Polri juga sudah berulang kali terjadi, di antaranya pada 13 Oktober 2014 antara anggota TNI Pos Yonif 756 dengan anggota Brimob BKO Kelapa Dua di Distrik Pirime, kemudian bentrokan kembali terjadi Oktober 2015. Saat itu, dua polisi ditembak oleh anggota Paskhas TNI AU di Sentani. Selanjutnya bentrokan kembali pecah pada Juni 2016. Di tahun itu anggota Brimob Polda Papua Barat bertikai dengan anggota Kompi C752/VYS Arfai Manokwari.

"Papua mungkin akan kita jawab sendiri setelah tim investigasi yang saat ini sedang bekerja di Papua sudah menemukan data dan fakta di lapangan. Kami mohon maaf," kata Panglima Hadi dalam rapat bersama Komisi I DPR RI, Rabu (15/4/2020).

Konteks:

  • Personel TNI dan Polri yakni Pos Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3 Kostrad dengan anggota Satuan Reskrim Polres Mamberamo Raya baku tembak di Memberamo Raya, Minggu (12/4/2020). Tiga personel polisi meninggal tertembak dalam insiden tersebut.
  • Tiga personel polisi yang meninggal itu yakni Briptu Marcelino Rumaikewi, anggota Satuan Reskrim Polres Mamberamo Raya luka tembak pada leher bagian kanan sebanyak 1 kali, Bripda Yosias Dibangga yang juga anggota Satuan Sabhara Polres Mamberamo Raya mengalami luka tembak pada bagian leher kiri 1 kali, dan Briptu Alexander Ndun anggota Reskrim Polres Mamberamo Raya mengalami luka tembak pada paha kiri.

Apa kata DPR: Anggota Komisi I asal Fraksi Gerindra, Yan Parmenas Mandenas, meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan perhatian khusus pada insiden di Papua yang melibatkan anggota TNI. Baik investigasi hingga tindakan tegas diberikan kepada yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Ada beberapa insiden yang akhir-akhir ini terjadi di Papua. Kiranya bisa menjadi atensi dan perhatian dari panglima TNI langsung terutama dalam melakukan investigasi dan penindakan terhadap beberapa pelanggaran, konflik yang sifatnya insidental dilakukan oleh oknum anggota kita (TNI) yang bertugas di Papua," kata Yan dalam rapat bersama Panglima Hadi tersebut.

TNI vs Polri di Papua, 3 Personel Polisi Tewas

Daftar insiden di Papua:

  • Insiden pertama terjadi di Intan Jaya bulan Februari lalu. Aksi dilakukan oleh anggota TNI terhadap masyarakat sipil dan mengakibatkan korban jiwa tiga orang masyarakat sipil dan dua orang luka-luka.
  • Insiden kedua baru saja terjadi pada Minggu yang lalu, di Kabupaten Memberamo Raya antara TNI dan Polri. Tiga orang meninggal dunia bahkan tiga yang lain dalam kondisi luka-luka dan dirawat di rumah sakit.
  • Insiden berikut terjadi di Kabupaten Timika. Berdasarkan pantauan serta investigasi yang berbasis laporan masyarakat dan LSM, terjadi kesalahan kontak tembak yang dilakukan oleh aparat TNI di Timika terhadap masyarakat yang sedang mencari ikan di sungai.

"Situasi yang sedang dilanda COVID-19 bisa menjadi fokus perhatian seluruh elemen pemerintah. Mudah-mudahan saja tidak ada lagi kasus-kasus yang lain yang mengganggu konsentrasi kita ke depan untuk menghadapi agar kita keluar dari pandemi COVID-19," kata Yan Parmenas.


0 Komentar