Pasien Positif Covid-19 dengan Gejala Ringan Dianjurkan Isolasi Mandiri
Direktur Rumah Sakit (RS) Persahabatan Dr. Rita Rogayah. (Foto: Humas BNPB)

JAKARTA, HALUAN.CO - Direktur Rumah Sakit Persahabatan Dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS meminta agar pihak rumah sakit menyeleksi pasien melalui triase menjadi tiga klasifikasi sebelum merujuk ke RS rujukan Covid-19.

Mengapa ini penting:

• Untuk menghindari lonjakan pasien di rumah sakit rujukan Covid-19.

• Tidak semua orang yang dinyatakan positif Covid-19 harus dirawat di rumah sakit.

• Pasien positif dapat melakukan isolasi mandiri di rumah bagi yang tidak menunjukkan gejala serius.

Konteks: Terbatasnya kapasitas dan tenaga medis di rumah sakit rujukan Covid-19. Di Jakarta hanya ada 8 rumah sakit rujukan positif Covid-19.

Apa katanya: "Semua rumah sakit (RS) agar merujuk kasus-kasus kepada RS rujukan sebaiknya dipilah, yaitu kasus sedang dan berat," kata Dr. Rita, di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Penanganan di RS Persahabatan:

• Mengelompokkan pasien Covid-19 menjadi tiga klasifikasi, yakni kasus ringan, sedang dan berat.

• Kasus ringan 30-40 persen, kasus sedang 30-60 persen dan kasus berat sebesar 12-15 persen.

Bagaimana dengan mereka:

• Untuk pasien positif dengan kasus ringan atau tanpa gejala dianjurkan melakukan isolasi mandiri di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

• RS rujukan hanya diprioritaskan bagi pasien kasus sedang dan berat yang penanganannya membutuhkan fasilitas khusus.

Bagaimana ke depan:

• Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa kasus Covid-19 dengan kasus sedang dan berat harus ditangani oleh tim medis dan ruangan khusus.

• RS akan menyeleksi pasien dari klasifikasi indikasi rawat dari kasusnya tersebut.

Tujuh Pasien Positif Corona di Sumbar Lakukan Isolasi Mandiri

• Apabila kasusnya ringan, pasien dapat dirujuk ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet atau RS Darurat Covid-19 lainnya.

• Bagi pasien dengan kasus sedang dan berat dapat dirawat di RS rujukan.

"RS rujukan siap menangani untuk kasus-kasus sedang atau berat," kata Dr. Rita.


0 Komentar