Pasien Sembuh COVID-19 Tembus Angka 1.002, Angka Kematian Makin Jauh Tertinggal

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 (Foto: BNPB)

-

AA

+

Pasien Sembuh COVID-19 Tembus Angka 1.002, Angka Kematian Makin Jauh Tertinggal

The Good News | Jakarta

Jumat, 24 April 2020 17:29 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan jumlah kasus sembuh per Jumat (24/4/2020) tembus angka 1002 setelah ada penambahan sebanyak 42 orang.  

Mengapa ini penting: Jumlah pasien sembuh tersebut semakin meninggalkan angka kematian pasien per hari ini Jumat (24/4/2020) sebanyak 689 orang setelah ada penambahan 42 orang.Pasien sembuh menujukkan peningkatan yang signifikan dan dianggap sebagai keberhasilan pemerintah menyembuhkan penderita COVID-19 sembuh

Konteks:

⦁ Adanya peningkatan kasus sembuh yang siginifikan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa COVID-19 bisa dilawan dan dicegah. Hal ini menumbuhkan semangat dan harapan hidup penderita Corona.

⦁ Pemerintah mendorong masyarakat agar upaya pemutusan rantai penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dapat terus dilakukan dengan baik.

Sebaran pasien sembuh: Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 327, disusul Jawa Timur sebanyak 128, Jawa Barat 90, Sulawesi Selatan 81, Jawa Tengah 58, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 1.002 pasien.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Apa katanya: “Kalau kita perhatikan pasien sembuh, Provinsi DKI Jakarta 327 orang, Jawa Timur sebanyak 128 orang, Jawa Barat 90 orang, Sulawesi Selatan 81 orang, Jawa Tengah 58 orang dan dari semua provinsi totalnya adalah 1.002 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Kasus positif hari ini: Dari total kasus sembuh dan meninggal tersebut, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 436 orang hingga total menjadi 8.211.

Uji spesimen: Data yang dicatat tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 64.054 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 45 laboratorium. Sebanyak 50.563 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 8.211 positif dan 42.352 negatif.

Jumlah ODP dan PDP: Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 197.951 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 18.301 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 273 kabupaten/kota di Tanah Air.

Kata Ahli, Puasa Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh untuk Hadapi COVID-19

Himbauan pemeritah:

⦁ Masyarakat diminta untuk patuh terhadap larangan mudik dan langkah terbaik saat ini adalah tetap produktif di rumah.

⦁ Apabila memang terpaksa beraktivitas di luar ruang, ujarnya, masyarakat diminta menggunakan masker dan tetap menjalankan protokol kesehatan, yakni jaga jarak. Masyarakat juga diminta rajin mencuci tangan dengan sabun.

Bagaimana selanjutnya: "Sebab kondisi saat ini menunjukkan bahwa penularan secara langsung atau tidak langsung masih saja terjadi di tengah-tengah masyarakat," kata Achmad Yurianto.

Sebaran positif COVID-19:

Provinsi Aceh delapan kasus, Bali 177 kasus, Banten 359 kasus, Bangka Belitung sembilan kasus, Bengkulu delapan kasus, Yogyakarta 77 kasus, DKI Jakarta 3.599 kasus.

Jambi 18 kasus, Jawa Barat 862 kasus, Jawa Tengah 575 kasus, Jawa Timur 690 kasus, Kalimantan Barat 50 kasus, Kalimantan Timur 85 kasus, Kalimantan Tengah 94 kasus, Kalimantan Selatan 132 kasus, dan Kalimantan Utara 77 kasus.

Kepulauan Riau 83 kasus, Nusa Tenggara Barat 153 kasus, Sumatera Selatan 106 kasus, Sumatera Barat 96 kasus, Sulawesi Utara 36 kasus, Sumatera Utara 96 kasus, dan Sulawesi Tenggara 41 kasus.

Sulawesi Selatan 420 kasus, Sulawesi Tengah 32 kasus, Lampung 38 kasus, Riau 36 kasus, Maluku Utara 14 kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat 15 kasus, Papua 136 kasus, Sulawesi Barat 33 kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo 12 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 26 kasus.


0 Komentar