Pasien Sembuh Hampir Tembus 1.000 Orang, Kini Sudah Ada 913 Orang

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto (Foto: BNPB)

-

AA

+

Pasien Sembuh Hampir Tembus 1.000 Orang, Kini Sudah Ada 913 Orang

The Good News | Jakarta

Rabu, 22 April 2020 18:11 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali mencatat bahwa jumlah pasien sembuh COVID-19 mengalami peningkatan menjadi 913 setelah ada penambahan sebanyak 71 orang. 

Mengapa ini penting: Jumlah tersebut semakin meninggalkan angka kematian pasien per hari ini Rabu (22/4/2020) sebanyak 635 orang setelah ada penambahan 19 orang.

Konteks:

⦁ Adanya peningkatan kasus sembuh yang siginifikan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa COVID-19 bisa dilawan dan dicegah. Hal ini menumbuhkan semangat dan harapan hidup penderita Corona.

⦁ Pemerintah mendorong masyarakat agar upaya pemutusan rantai penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dapat terus dilakukan dengan baik.

Sebaran pasien sembuh: Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 322, disusul Jawa Timur sebanyak 101, Jawa Barat 79, Sulawesi Selatan 75, Jawa Tengah 54, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 908 pasien.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Apa katanya: "Sebaran pasien sembuh yang terbanyak adalah di Jakarta 322 orang, Jawa Timur 101 orang, Sulawesi Selatan 75 orang, Jawa Barat 79 orang, Jawa Tengah 54 orang. Keseluruhan akumulasi di seluruh Provinsi adalah 913 pasien," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Kasus positif hari ini: Dari total kasus sembuh 913 orang dan meninggal 635 orang tersebut, ada pula penambahan untuk kasus positif sebanyak 283 orang hingga total menjadi 7.418.

Uji spesimen: Data yang dicatat tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 55.732 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 38 laboratorium. Sebanyak 47.361 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 7.418 positif dan 39.943 negatif.

Jumlah ODP dan PDP: Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 193.571 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 17.754 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 263 kabupaten/kota di Tanah Air.

WNI Terpapar Corona di Luar Negeri Terus Membengkak

Sebaran postif COVID-19:

Provinsi Aceh tujuh kasus, Bali 152 kasus, Banten 337 kasus, Bangka Belitung delapan kasus, Bengkulu delapan kasus, Yogyakarta 75 kasus, DKI Jakarta 3.383 kasus.

Jambi 13 kasus, Jawa Barat 762 kasus, Jawa Tengah 479 kasus, Jawa Timur 638 kasus, Kalimantan Barat 31 kasus, Kalimantan Timur 69 kasus, Kalimantan Tengah 82 kasus, Kalimantan Selatan 107 kasus, dan Kalimantan Utara 77 kasus.

Kepulauan Riau 81 kasus, Nusa Tenggara Barat 108 kasus, Sumatera Selatan 89 kasus, Sumatera Barat 81 kasus, Sulawesi Utara 20 kasus, Sumatera Utara 93 kasus, dan Sulawesi Tenggara 37 kasus.

Sulawesi Selatan 387 kasus, Sulawesi Tengah 29 kasus, Lampung 27 kasus, Riau 35 kasus, Maluku Utara 12 kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat delapan kasus, Papua 123 kasus, Sulawesi Barat delapan kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo tujuh kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 27 kasus.

Himbauan pemerintah:

⦁ Masyarakat untuk menahan diri dari bepergian atau menempuh perjalanan yang tidak mendesak.

⦁ Masyarakat diminta untuk tetap produktif di dalam rumah tanpa bepergian, apalagi mudik ke kampung halaman.

"Jangan mudik. Pastikan kita tidak tertular dan tidak menulari karena perjalanan kita tidak aman. Akan sangat mungkin kita bertemu dan terpaksa kontak dekat dengan orang tanpa gejala atau gejala ringan saat di kendaraan, di stasiun, rest area, atau toilet umum di sepanjang perjalanan," ujar Yurianto.

Bagaimana selanjutnya: Seseorang yang sebenarnya positif Covid-19, bisa saja tidak menunjukkan gejala sakit apa pun. Artinya, siapa pun, termasuk diri sendiri, memiliki peluang berperan sebagai carrier yang bisa menularkan infeksi virus kepada orang-orang di sekitarnya.

"Ini berpotensi untuk menulari keluarga di kampung," kata Achmad Yurianto.


0 Komentar