Patroli Pakai KP Yudistira-8003, Korpolairud Pastikan Kondisi Laut Natuna Sudah Aman

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Patroli KP Yudhistira-8003, Kabagops dan Kasubdit Patroli Korpolairud ingin memastikan Perairan Natuna kondusif. (Foto: Korpolairud)

-

AA

+

Patroli Pakai KP Yudistira-8003, Korpolairud Pastikan Kondisi Laut Natuna Sudah Aman

Nasional | Jakarta

Senin, 20 Januari 2020 13:01 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Kepala Bagian Operasi Kombes Pol Tubuh Musyareh dan Kasubdit Patroli Perairan Kombes Pol. M Yassin Kosasih, memimpin pelayaran dalam rangka patroli laut.di wilayah Perairan Natuna. Patrolis tersebut memakai Kapal Polri (KP) Yudistira - 8003. 

Senin lalu, kapal telah bertolak dari Pelabuhan Batuampar Batam yang menjadi pangkalan Aju. Perjalan laut itu ditempuh sekitar 32 jam baru tiba di Selat Lampa Natuna.

KP Yudhistira - 8003 melaksanakan kegiatan sailing pass yang merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Menko Polhukam.

Menko Polhukam Mahfud MD hadir di Natuna, pada Rabu lalu, selain menggelar rapat koordinasi terbatas, sekaligus meninjau situasi keamanan setelah kapal nelayan dan Coast Guard China memasuki perairan Natuna Utara yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

China Dinilai Sengaja Pancing Indonesia agar Kerahkan Kapal Perang ke Natuna

Rapat tersebut dilakukan di atas kapal perang milik TNI AL, KRI Semarang, yang berlayar di Selat Lampa Natuna. Sebelum rapat, Menko Polhukam menyaksikan fly pass pesawat tempur TNI AU dan sailing pass kapal milik TNI AL, kapal Polri (KP Yudhistira), Bakamla, Kapal Pengawas KKP dan KPLP yang melintas di sebelah KRI Semarang.

Di atas KP. Yudhistira, Kombes Yassin mengatakan bahwa kehadiran Kapal Polisi di Perairan Natuna adalah dalam rangka melaksanakan tugas pengamanan rutin wilayah perairan tersebut.

Patroli kapal juga merupakan upaya preventif Polair dan telah rutin dilaksanakan oleh armadanya di seluruh wilayah Perairan Indonesia.

"Kapal Polisi Yudhistira adalah kapal produksi dalam negeri dan saat ini adalah merupakan kapal patroli terbesar yang dimiliki oleh Kepolisian Perairan. Memiliki panjang kapal keseluruhan 73 meter dan lebar 11,35 meter, dengan mesin penggerak utama Caterpilar kapal ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum 18 knots serta memiliki daya jelajah selama 10 hari di laut," ujar Yassin dalam keterangan resminya, Senin (20/1/2020).

Komisi Pertahanan DPR Jelaskan Rencana Jokowi Bangun Pangkalan Militer di Natuna

"Kapal Yudistira dilengkapi dengan peralatan navigasi yang cukup canggih antara lain Radar Arpha dan alat pendeteksi kapal Automatic Identification System (AIS). Dilengkapi dengan bow truster di haluan kapal sehingga memudahkan olah gerak dan terdapat hellypad di buritan kapal," sambungnya.

Sebanyak 36 personel sebagai crew kapal, KP. Yudhistira telah bertugas mengamankan wilayah Perairan Kepri dan menjadikan Batam sebagai pangkalan Aju sejak pertengahan tahun lalu.

Terpisah, Direktur Kepolisian Perairan Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Makhruzi Rahman mengatakan, tugas operasional KP. Yudistira - 8003 adalah melaksanakan pengamanan Perairan Kepri termasuk wilayah Perairan Natuna.

"Benar, KP. Yudistira kita prioritaskan untuk pengamanan dan pencegahan gangguan Kamtibmas di wilayah Perairan Polda Kepri, dengan status Kendali Operasi Pusat," imbuhnya.

Makhruzi menjelaskan, selain mengamankan wilayah perairan khususnya perbatasan, penugasan kapal juga untuk memenuhi target penegakan hukum terhadap kapal - kapal yang diduga melakukan tindak pidana.

Tugas operasional KP. Yudistira - 8003 melaksanakan Polmas terhadap masyarakat perairan dan Program Quick Wins di wilayah pesisir dan kawasan serta tugas multifungsi lainnya.

"Perairan Natuna, instruksi dari bapak Presiden terkait wilayah ini sudah jelas bahwa tidak ada tawar menawar atas kedaulatan Indonesia. Negara berkomitmen meningkatkan pemanfaatan sumber daya laut di sini. Sehingga, pemerintah bakal banyak membangun sentra kegiatan ekonomi di Natuna. Maka dari itu, Kepolisian Perairan hadir mewujudkan keamanan yang kondusif guna mendukung program pembangunan," paparnya.

TNI Pastikan Kapal-kapal China Semakin Menjauh dari Natuna

Lebih lanjut, Makhjruzi menjelaskan, Presiden Jokowi juga sudah memerintahkan agar volume patroli kapal - kapal negara di Laut Natuna ditingkatkan. "Maka kita melaksanakan tugas itu tentu dengan komitmen yang tinggi," tukasnya.


0 Komentar