PB HMI: Perusahaan yang Jadi Mafia Kesehatan Cabut Saja Izinnya, Pelaku Dipenjara

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Para pekerja di bidang alat kesehatan sedang menyelesaikan pekerjaannya. (FOTO: Antara)

-

AA

+

PB HMI: Perusahaan yang Jadi Mafia Kesehatan Cabut Saja Izinnya, Pelaku Dipenjara

Nasional | Jakarta

Senin, 20 April 2020 11:21 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta meminta pemerintah untuk menindak tegas mafia kesehatan yang meresahkan masyarakat selama masa pandemi virus corona atau COVID-19. 

Bahkan, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) HMI, Taufan Ikhsan Tuarita, perusahaan tersebut harus dicabut izin usahanya bila memang terbukti melakukan tindakan mafia kesehatan.

Mengapa ini penting: Kelangkaan alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, dan obat-obatan, terutama vitamin di tengah pandemi COVID-19 disinyalir karena adanya mafia kesehatan yang bermain memanfaatkan kondisi saat ini. Sehingga, pemerintah diminta segera mengungkapkan dugaan tersebut.

"Kami dari PB HMI meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menindak tegas para pelaku mafia kesehatan ini dan bila perlu perusahaan yang terbukti melakukan tindakan mafia kesehatan tersebut dicabut izin usahanya dan pelakunya dipenjara," kata Taufan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Konteks:

• Dugaan adanya aktivitas mafia kesehatan di tengah pandemi COVID-19 yang kini melanda Indonesia disebabkan munculnya indikasi pemanfaatan oknum tertentu terkait dengan penyediaan alat kesehatan yang diimpor dari luar negeri dalam rangka membantu tenaga medis untuk mencari keuntungan.

• Diduga, ada perusahaan yang sengaja menimbun alat kesehatan, kemudian menjualbelikan dengan harga yang tidak wajar.

• Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya juga mensinyalir ada mafia dalam mengimpor alkes dan obat-obatan. Alasannya karena impor alat kesehatan ke Indonesia masih sangat besar, mencapai 90 persen.

"Kami dari PB HMI menduga adanya praktik mafia kesehatan utamanya penyediaan alat kesehatan yang diimpor oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19," ujar Taufan

Data Polri:

• Data yang disampaikan oleh Polri terkait dengan penimbunan alat kesehatan menjadi bukti adanya oknum yang mencari keuntungan di tengah pandemi COVID-19.

• Data yang disampaikan Polri terdapat 822 kardus masker yang tertimbun serta 138 kardus hand sanitizer yang tertimbun di berbagai daerah menunjukkan praktik mafia kesehatan masih merajalela. Hal ini tentunya merugikan masyarakat dalam upaya memutus mata rantai COVID-19.

Mafia Mengeruk Keuntungan di Tengah Wabah COVID-19

Memperlambat penanganan COVID-19: Tindakan para mafia kesehatan tersebut akan memperlambat upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah pasien COVID-19 di Indonesia. Akibatnya, jumlah penderita pandemi ini akan semakin meningkat.

"PB HMI peduli akan pemutusan mata rantai virus COVID-19 di Indonesia," tandasnya.


0 Komentar