PBB Khawatir Indonesia Tersisa Partai Tunggal Jika Ambang Batas Parlemen Dinaikkan
Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Suara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra turut mengomentari ihwal rencana sejumlah partai politik di DPR ingin menaikkan ambang batas parlemen alias Parlementary Threshold (PT) di atas empat persen. Yusril berkelakar, lama-lama di Indonesia tinggal satu partai yang tersisa.

"Kenyataannya juga tidak mudah untuk mencapai angka empat persen itu. Ketika kemudian dinaikkan, lalu naik menjadi 10 persen, itu nanti jadi partai tunggal lama-lama," ujar Yusril di kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Diketahui, sejumlah pentolan partai politik memberikan komentar mengamini usulan kenaikan ambang batas parlemen. PDIP menjadi pelopor, menjadikan usulan kenaikan ambang batas sebagai salah satu hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I.

PDIP mengusulkan ambang batas naik sekurang-kurangnya lima persen. Kemudian, PKB setuju naik hingga lima persen. Golkar, NasDem dan PKS menjadi yang tertinggi dengan usulan tujuh persen. Demokrat menyebut empat persen sudah pas. PAN dan PPP menolak.

Yusril mengakui, ambang batas parlemen empat persen suara nasional, itu sudah berat. Di Pemilu 2019, partai politik yang bisa menaruh wakilnya di DPR, adalah partai yang menembus empat persen suara nasional. Di Pemilu lalu, PBB hanya meraih 0,79 persen suara nasional dengan total 1.099.848 suara.

Untuk itu, pakar hukum tata negara (HTN) ini berharap agar ambang batas tidak dinaikkan. "Saya kira empat persen sudah cukup. Enggak perlu dinaikkan lagi. Ya bagi kita beratlah ya. Bagi kita empat persen saja sesuatu yang enggak mudah dicapai," tukasnya.