PBB: Virus Corona Harus Dilawan dengan Aksi Global dan Solidaritas
Orang-orang berdiri di area yang ditunjuk untuk menjaga jarak sosial ketika mengantri di luar toko medis di Allahabad, India. (Foto: AFP)

JAKARTA, HALUAN.CO - Jumlah kasus yang dikonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia melonjak melebihi 450.000 dengan angka kematian 20.800 kematian di 182 negara.

Agar virus yang pertama mewabah di Kota Huwan, Hubei China itu semakin meruyak dan membunuh orang lebih lagi, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerukan dunia membangun solidaritas untuk melawan virus tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa hanya upaya global bersama yang bisa menghentikan penyebaran virus tersebut.

"Covid-19 mengancam seluruh umat manusia dan seluruh umat manusia harus melawan," tegas Guterres, dikutip AFP, Jumat (26/3/2020).

Guterres mengatakan, dunia perlu melawan secara bersama-sama untuk membendung pandemi virus tersebut.

Dalam hal penanggulangan virus tersebut, Guterres menyebutkan bahwa PBB meluncurkan permohonan 2 miliar dolar AS untuk membantu kaum miskin di dunia.

"Aksi global dan solidaritas sangat penting. Respons masing-masing negara tidak akan cukup," tegas Guterres.

Dilansir dari AFP, di Spanyol, jumlah korban jiwa lebih banyak dari China yang menjadi tempat virus corona pertama kali muncul tiga bulan lalu.

Spanyol menjadikannya negara yang paling terpukul setelah Italia. Jumlah kematian di negara itu meningkat menjadi lebih dari 3.400 setelah 738 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.

Pemerintah Spanyol mengumumkan kesepakatan untuk menggelontorkan 432 juta euro atau 467 juta dolar AS untuk membeli pasokan medis dari Beijing.

Sedangkan angka kematian di Italia dilaporkan melonjak dalam 24 jam sebanyak 683 menjadi 7.503. Angka kematian tertinggi di dunia akibat virus Corona.

Hadapi Virus Corona, PBB Serukan Gencatan Senjata di Seluruh Dunia

Jumlah kematian di Prancis naik 231 pada hari Rabu menjadi lebih dari 1.330, dan layanan metro dan kereta api di Paris dipotong seminimal mungkin.

Kasus virus corona juga menyebar di Timur Tengah, di mana jumlah kematian Iran mencapai 2.000, dan di Afrika, di mana Mali mengumumkan kasus pertamanya dan beberapa negara mengumumkan keadaan darurat.

Di Jepang yang telah menunda Olimpiade tahun ini, gubernur Tokyo mendesak warga untuk tinggal di rumah dan memperingatkan kemungkinan ledakan virus corona.