Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru Akan Diumumkan Senin Besok

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Presiden Joko Widodo menyaksikan presentasi peserta Sayembara Desain Ibu Kota Baru. (FOTO: setkab.go.id)

JAKARTA, HALUAN.CO - Panitia Pelaksana Sayembara Desain Ibu Kota Baru akan mengumumkan pemenang sayembara tersebut pasa Senin (23/12/2019). Pengumuman itu dilakukan setelah melalui tahapan seleksi yang panjang, termasuk presentasi di hadapan Presiden Joko Widodo. 

“Pada tanggal 23 Desember akan diumumkan pemenangnya, yaitu pemenang terbaik 1, 2, 3 dan juga pemenang harapan 1 dan harapan 2. Jadi ini merupakan 5 terbaik, pada tanggal 23 Desember (diumumkan) posisi 1, 2 dan 3,” kata Ketua Panitia Pelaksana Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Danis Hidayat Sumadilaga, dilansir dari website resmi setkab.go.id, Jumat (21/12/2019) sore.

Selanjutnya, kata Danis yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR itu, direncanakan pada 31 Desember hadiahnya akan diserahkan langsung kepada para pemenang.

Menurut Danis, ada tiga kriteria desain yang sudah di set-up oleh tim juri pada kerangka acuan kerja, yaitu menggambarkan identitas bangsa, keberlanjutan atau sustainability yang berhubungan dengan ekonomi, lingkungan, manusia. Kemudian yang ketiga adalah smart city atau smart metropolis.

“Berdasarkan konsep kriteria tadi diterjemahkan oleh para peserta menjadi gagasan desain yang tadi dipresentasikan oleh kelimanya di depan presiden,” ungkap Danis.

Dia menyebutkan, jumlah peserta sayembara seluruhnya mencapai 755, kemudian yang memasukkan 292 karya, dan yang dinilai adalah 257 karya.

Dengan penilaian tahap satu terpilih 30 karya, kemudian tahap dua akhirnya ada lima karya terbaik yang diundang untuk mempresentasikan konsep dan animasinya, serta penjelasan lain yang diperlukan di depan Presiden Jokowi, para menteri, dewan juri dan juga yang lain untuk menyampaikan gagasan-gagasannya.

Secara prinsip, ungkap Danis, pemenang 1, 2, 3 itu copyright-nya akan menjadi milik pemerintah. Namun, panitia berharap nanti ada kolaborasi antara 1, 2, 3 tersebut.

Sementara untuk memperkuat sense dari desain direncanakan ketiga kelompok peserta tersebut akan ke lokasi bersama dewan juri untuk mengembangkan atau mendapatkan suatu ide ataupun gagasan yang lebih meningkatkan desain dari ibu kota negara tersebut.

Mengenai akses untuk mengetahui hasil pengumuman, Danis mengungkapkan pihaknya mempunyai website untuk itu.

“Tanggal 23 nanti nanti akan secara langsung akan kami undang juga ataupun melalui website. Kami punya website sayembaraikn.go.id (sayembaraikn.pu.go.id), saat itu tentu saja proses ini sudah mendekati proses akhir, semua sistem secara digital akan kami upload di sistem tersebut,” jelas Danis.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan serta merta mengambil desain dari pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru untuk desain pembangunan ibu kota.

“Kami akan menajamkan lagi proses ini sampai kira-kira bulan Maret atau April. Kami akan berkolaborasi dan bila diperlukan dengan internasional. Tentu saja tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan sayembara kembali, misalnya istananya, ya kan, atau gedung DPR atau MPR. Ada kemungkinan tersebut,” ujar Danis.

Jokowi Ingin Ibu Kota Baru Berkonsep Visioner

Presiden Jokowi sudah melihat langsung presentasi dari para peserta Sayembara Desain Ibu Kota Baru di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (20/12/2019) sore. Ia pun menyampaikan selamat kepada para finalis yang terpilih dari 755 peserta sayembara.

"Itu merupakan sebuah pencapaian yang sangat hebat dan sekarang dalam proses penilaian akhir dan salah satu dari bapak-ibu semuanya akan jadi pemenang,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pembangunan ibu kota bukan semata-mata pemindahan lokasi atau pemindahan bangunan. Tetapi ia ingin ada pindah sistem dan budaya kerja.

Untuk itu, Jokowi ingin Ibu Kota RI yang baru nanti berkonsep visioner.

"Sehingga kita harapkan, kita memiliki sebuah konsep yang visioner,” ujarnya.

“Saya tahu bahwa ini bukan hanya smart city, compact city, yang nyaman, yang humanis, yang zero emission. Tetapi juga kita ingin membangun di sana selain cluster pemerintahan, nanti ada cluster pendidikan, ada cluster kesehatan, ada cluster riset dan inovasi, dan ada cluster financial center, sehingga dari sinilah kita ingin ada sebuah transformasi ekonomi, dari ekonomi yang kita miliki sekarang ini masuk kepada smart economy,” paparnya.


0 Komentar