Pemerintah akan Bentuk Provinsi Baru di Lokasi Ibu Kota Negara
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (Foto: Humas DPD RI)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah akan membentuk provinsi baru di lokasi ibu bu kota negara yang akan dipindah ke Kabupaten Penajam Passer Utara dan Kabupaten Kutai Negara, Kalimantan Timur (Kaltim). Kawasan tersebut akan menjadi provinsi tersendiri, terpisah dari Provinsi Kaltim. 

"Provinsi baru," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa kepada wartawan, Selasa (17/12/2019).

Di dalam lahan provinsi baru akan ada kawasan pemerintahan terbatas seluas 56.000 hektare yang di dalamnya terdapat Istana Kepresidenan, gedung-gedung kementerian/lembaga, dan instansi pemerintahan lainnya.

"Area 56 ribu hektare diatur oleh city manager, yang bukan bagian dari daerah otonom. Jadi, daerah dengan pemerintahan otonomi di luar 56 ribu hektare. Daerah pemerintahan otonom itu berbentuk provinsi," ujar Suharso.

Pembentukan provinsi otonom yang baru akan dikecualikan dari aturan perundang-undangan mengenai pembentukan provinsi baru yang saat ini berlaku.

Menurut UU Nomor 32 Tahun 2004, diperjelas dengan Perarturan Pemerintah No 78 tahun 2007 yang mengatur tata cara pembentukan daerah baru, disebutkan bahwa pembentukan provinsi harus memenuhi syarat fisik 5 kabupaten/kota di dalamnya. "Dikecualikan dari ketentuan itu," ujar Suharso.