Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Anak-anak WNI Eks ISIS, Mereka Korban!

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana. (Foto: Kumparan)

-

AA

+

Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Anak-anak WNI Eks ISIS, Mereka Korban!

Nasional | Jakarta

Sabtu, 08 Februari 2020 17:01 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai, pemerintah perlu mengkaji ulang rencana mencabut kewarganegaraan anak-anak warga negara Indonesia (WNI) mantan Kombatan ISIS.

Menurut Hikmahanto, kondisi anak-anak ini berbeda dengan para orang tuanya yang kewarganegaraannya otomatis gugur setelah bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

"Boleh jadi bagi mereka (anak-anak) saat itu tidak memiliki pilihan lain, bahkan dipaksa. Mengingat, saat itu mereka berada di tempat-tempat yang dikuasai ISIS," kata Hikmahanto dalam keterangannya, Sabtu (8/2/2020).

Pulangkan WNI Eks ISIS, Keselamatan 250 Rakyat Indonesia Dipertanyakan

Hikmahanto menjelaskan, apabila anak-anak memang tak punya pilihan lain atau dipaksa gabung ISIS, maka kewarganegaraan mereka tidak bisa dicabut.

Hikmahanto meminta, dalam menguraikan persoalan ini pemerintah harus bisa menyeleksi siapa di antara anak-anak anggota eks ISIS itu yang bisa kembali dan mendapat status kewarganegaraan Indonesia.

Dalam proses penyeleksian tersebut, Hikmahanto menawarkan dua langkah. Pertama, pemerintah harus bisa mendeteksi apakah mereka masih dalam indoktrinasi paham radikal dari keluarga maupun lingkungannya. Sebab, doktrin yang diterima sejak muda bisa membekas kuat hingga dewasa.

Kedua, pemerintah harus tegas apakah mereka bersedia jika dipisahkan dari orang tuanya. Dan, asesmen itu penting karena orang tua mereka jelas tidak mungkin kembali ke Indonesia. Sementara, mereka perlu pendamping yang menggantikan orang tua.

Bagi Hikmahanto, anak-anak WNI ISIS itu harus dipastikan berpisah dengan orang tua. Langka-Langkah itu penting agar mereka tidak menaruh dendam seolah telah dipisahkan dari orang tua. Bahkan, dalam kondisi terburuk bisa berakibat fatal.

"Bila ini terjadi bukannya tidak mungkin saat dewasa justru mereka akan memerangi pemerintah yang sah," tukasnya.


0 Komentar