Pemerintah Diminta Segera Turunkan Harga BBM, Bukan Malah Keruk Keuntungan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi SPBU Pertamina. (Foto: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Pemerintah Diminta Segera Turunkan Harga BBM, Bukan Malah Keruk Keuntungan

Bisnis & Finance | Jakarta

Senin, 20 April 2020 22:05 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Berbagai pihak mendorong agar pemerintah segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Alasannya, harga minyak dunia mengalami penurunan, maka sewajarnya BBM juga ikut turun.

Mengapa ini penting:

• Pemerintah harusnya komit dengan ketentuan yang dibuat sendiri bahwa harga jual BBM dalam negeri akan mengikuti mekanisme pasar minyak dunia.

• Di tengah ancaman krisis ekonomi besar, yang oleh IMF disebut sebagai The Great Lockdown, penurunan harga BBM sebenarnya bisa jadi stimulus ekonomi.

• Penurunan BBM akan membantu daya beli masyarakat yang sudah tergerus. Penurunan itu juga akan membantu menekan ongkos logistik.

• Sayangnya, bukannya menjadikan harga BBM sebagai instrumen meringankan beban ekonomi masyarakat, Pemerintah malah menjadikan momen anjloknya harga minyak ini sebagai jalan untuk mengeruk keuntungan.

"Sebulan lalu, atau 18 Maret 2020, Presiden Jokowi berjanji akan menurunkan harga BBM sebagai imbas terus anjloknya harga minyak dunia ke level 30 USD per barel. Namun, hingga hari ini, janji tersebut belum juga dipenuhi," tulis mantan Wakil Ketua DPR Fadli Zon Fadli di akun twitternya, Senin (20/4/2020).

Alasan BBM harus turun:

• Tetap tingginya harga jual BBM di Indonesia pada saat harga minyak dunia sedang anjlok memang mengherankan. Apalagi, saat ini harga minyak dunia berada dalam level terendah sejak 18 tahun terakhir.

• Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei jatuh ke level 24,88 USD per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April anjlok menjadi 20,37 USD per barel.

• Minyak Brent merosot lebih dari 50 persen dalam 10 hari terakhir. Dengan penurunan-penurunan tersebut, mestinya harga BBM telah turun jauh dari posisi harga saat ini, yang terakhir kali ditetapkan pada 5 Januari 2020.

• Sebagai perbandingan, Malaysia menjual Ron 95 (setara Pertamax Turbo) seharga RM1,25, atau setara dengan Rp4.500 per liter.

• Di Jakarta, harga Pertamax Turbo saat ini adalah Rp 9.850. Siapa yang ambil keuntungan?

• Asumsi harga minyak yang ditetapkan dalam APBN 2020 adalah 63 USD per barel. Artinya, kalau harga minyak mentah hari ini anggap 30 per USD barel saja, maka penurunannya sudah sekitar 52 persen dari asumsi harga yang dipatok APBN.

• Memang, dalam komponen penentuan harga BBM juga ada faktor nilai tukar. Dalam APBN 2020, kurs dollar diasumsikan Rp 14.400/USD. Sedangkan, per hari ini nilainya Rp15.400.

• Kurs melemah sekitar 6 persen dari asumsi. Dari selisih antara asumsi harga minyak mentah dengan kurs tersebut, harga BBM sebenarnya bisa turun 35 persen hingga 40 persen.

• Pertamina, sebelumnya, berani memberikan iming-iming cashback hingga 50 persen kepada para pengemudi ojek online? Karena harga BBM mestinya memang sudah turun cukup besar hari ini.

• Kebijakan hanya pada Ojol justru diskriminatif terhadap konsumen lain termasuk mereka yang membutuhkan.

• Pada 28 Februari 2020, Menteri ESDM telah mengeluarkan Kepmen ESDM No. 62. K/12/MEM/2020 yang mengubah formula harga jual BBM. Kebijakan ini yang membuat harga BBM tetap bertengger di level mahal, meskipun harga minyak mentah sebenarnya sedang anjlok. Ini kebijakan akal-akalan saja.

• Kebijakan perubahan formula ini dilakukan kurang dari satu semester dari formula sebelumnya yang ditetapkan pada Oktober 2019 lalu.

• Formula penentuan harga BBM ini memang kerap berubah-ubah. Tahun lalu, perubahannya terjadi sebanyak dua kali.

• Bisa dibayangkan, komoditas strategis seperti BBM ini regulasi harganya diatur melalui formula yang berubah terus-menerus, sesuai selera yang tak jelas arahnya. Kok bisa Pemerintah mengakali rakyatnya begitu?

• Ke depan perlu dipikirkan agar formula penentuan harga BBM ditetapkan di dalam undang-undang, bukan oleh Keputusan Menteri. Agar soal-soal penting semacam ini tak diatur seenak perut penguasa.

• Jika Presiden Jokowi memang pro rakyat, maka ia seharusnya segera menegur Menteri ESDM agar mengubah kembali formula harga BBM.

• Biarkan rakyat menikmati harga BBM murah di tengah kesulitan lain yang kini tengah menghimpit mereka.

• Jangan sampai, kalau harga minyak dunia melambung tinggi, kerugiannya segera dibebankan kepada konsumen.

"Kalau harga minyak anjlok, keuntungannya dinikmati korporasi dan Pemerintah sendirian. Maka seharusnya turunkan harga BBM sekarang juga," kritik Fadli.


Mengapa Jokowi Tak Berani Turunkan Harga BBM?

Dalih Kementerian ESDM:

• Kementerian ESDM mengaku masih mencermati dan mengevaluasi terkait perkembangan harga minyak, termasuk rencana pemotongan produksi minyak OPEC+ mulai bulan depan.

• Pertimbangan lain yang dicermati bahwa kurs rupiah juga melemah dan konsumsi BBM jauh menurun, bahkan di beberapa kota seperti Jakarta penurunan hingga 50 persen.

• Pemerintah memonitor perkembangan ini yang mana sebelumnya telah 2 kali dilakukan penurunan harga BBM JBU (Pertamax cs) pada awal tahun 2020.

"Saat ini harga BBM Indonesia masih merupakan salah satu yang termurah di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia lainnya," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.


0 Komentar