Pemerintah Harus Segera Produksi Alat Tes Corona Hasil Ciptaan Peneliti Indonesia

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Alat tes corona yang diciptakan penelitik dari BPPT dan LIPI. (Foto: Ist)

-

AA

+

Pemerintah Harus Segera Produksi Alat Tes Corona Hasil Ciptaan Peneliti Indonesia

Teknologi | Jakarta

Rabu, 08 April 2020 12:13 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyambut baik dan mengapresiasi tim kerja peneliti BPPT dan LIPI yang berhasil menciptakan prototipe alat tes (test kit) Covid-19.

Mengapa ini penting:

• Karena Indonesia membutuhkan alat tersebut saat ini.

• Selama ini Indonesia mengimpor barang sejenis dari China yang dilakukan oleh BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tanggal 20 Maret 2020.

Konteks:

• Indonesia saat ini sedang menangani wabah Covid-19 atau virus corona.

• Masih banyak masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pandemi corona yang belum bisa tes corona karena keterbatasan alat tersebut.

Apa katanya: "Kita patut bangga atas keberhasilan para ilmuwan dan teknologi BPPT dan LIPI menemukan alat uji Covid-19 ini," kata mantan Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi ini, di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Nama alat dan kapan diciptakan:

• Alat tes virus corona itu diberi nama Nusantara TFRIC-19.

• Alat tersebut selesai dibuat pada Jumat (4/4/2020) setelah melalui tahap desain dan uji laboratorium.

• Alat tersebut dinyatakan mampu mendeteksi Covid-19.

Tindaklanjut dan harapan:

• Pemerintah segera memfasilitasi untuk memproduksi secara massal alat yang sangat dibutuhkan ini.

• Menggalang partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta untuk membiayai produksi Nusantara TFRIC-19 tersebut.

Perlu dikembangkan ke depan:

• Keberhasilan para peneliti Indonesia telah membuktikan secara nyata peran penting dan strategis mereka dalam kehidupan masyarakat.

• Dengan pendekatan demand driven yang tanggap terhadap kebutuhan bangsa yang mendesak ini, mereka berkontribusi bagi pembangunan.

• Mendorong pemerintah lebih mengedepankan penelitian dengan pendekatan demand driven atau berdasarkan permintaan dan kebutuhan masyarakat, daripada penelitian menggunakan pendekatan academic driven, alias untuk sekedar kepuasan akademik.

ITS Surabaya Ciptakan Robot Ventilator, Alat Bantu Napas Pasien Corona

"Pengembangan IPTEK inovasi seperti ini jika dikembangkan akan sukses dan dapat mengangkat kreativitas IPTEK nasional. Bukan sekedar pendekatan supply side yang tidak jelas kapan dimanfaatkan hasilnya. Pada akhirnya terkesan memboroskan uang dari pajak rakyat," tegas politikus dari PKS ini.


0 Komentar