Pemerintah Minta Masyarakat tidak Tolak Jenazah COVID-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Foto: BNPB)

-

AA

+

Pemerintah Minta Masyarakat tidak Tolak Jenazah COVID-19

Nasional | Jakarta

Minggu, 12 April 2020 08:32 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk tidak menolak jenazah pasien terkait COVID-19. Karena penguburan mereka dilakukan sesuai prosedur operasional internasional, Kementerian Agama dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia

Mengapa ini penting: Tubuh jenazah pasien COVID-19 dibungkus dalam kantong plastik dan dimasukkan dalam peti yang tertutup rapat. Peti ini juga telah dibersihkan dengan disinfektan. Semua perlakuan terjadap jenazah COVID-19 sudah sesuai prosedur operasional standar internasional, sehingga masyarakat tidak perlu mengkwatirkan lagi.

Konteks: Di beberapa daerah masih terjadi penolakan terhadap pasien positif COVIID-19, PDP maupun ODP. Kasus terakhir adalah penolakan pemakaman seorang perawat yang meninggal karena COVID-19 di Semarang. Padahal perawat tersebut, telah berjasa menyelamatkan orang hingga dia sendiri harus tertular dan terenggut nyawanya

"Mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka itu keluarga kita yang harus menjadi korban karena penyakit ini. Bahkan ada dari mereka yang gugur karena melaksanakan tugasnya. Marilah kita menghormati mereka, tidak ada alasan menolak atau takut,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Perlakuan sesuai prosedur:

⦁ Semua jenazah terkait COVID-19 mendapatkan perlakuan sesuai prosedur operasional standar internasional. Tubuh jenazah dibungkus dalam kantong plastik dan dimasukkan dalam peti yang tertutup rapat. Peti ini juga telah dibersihkan dengan disinfektan.

⦁ Pemulasaran jenazah dilakukan oleh petugas terlatih yang memang berwenang untuk melakukan itu. Sehingga tidak ada kemungkinan virus Corona untuk menyebar di daerah sekitar pemakaman.

⦁ Protokol penguburan jenazah sudah dibuat sesuai dengan protokol Kementerian Agama dan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 18 tahun 2020.

Penolak Pemakaman Jenazah Pasien COVID-19 Bisa Dipidana

Berupaya keras: Pemerintah hingga saat ini tengah berupaya keras melindungi semua warga negara dari COVID-19. Pemerintah juga berterima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang sudah memberikan bantuan untuk melawan COVID-19

“Kami berterima kasih kepada semua warga negara Indonesia yang sudah patuh dan disiplin untuk bersama-sama mengendalikan penyakit ini dengan memutus rantai penularannya. Mari terus mematuhi aturan yang sudah diberikan pemerintah,” kata Yurianto.

Data COVID-19 hari ini:

  • Penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 330 kasus, total menjadi 3.852 kasus.
  • Pasien meninggal sementara ini dilaporkan bertambah 21 orang, total 327 kasus.
  • Jumlah pasien sembuh COVID-19 bertambah empat kasus sehingga totalnya menjadi 286 kasus.

0 Komentar