Pemerintah Mulai Alihkan Anggaran untuk Bangun Ibu Kota Negara

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Konsep IKN di Kalimantan Timur (Foto: Bappenas)

-

AA

+

Pemerintah Mulai Alihkan Anggaran untuk Bangun Ibu Kota Negara

News | Jakarta

Jumat, 24 April 2020 10:39 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah akhirnya mendengar juga desakan masyarakat dan sejumlah analis untuk segera mengalihkan dana pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Ada yang lebih mendesak yaitu percepatan penanganan COVID-19.

Mengapa ini penting: Sejumlah ekonom senior di antaranya Rizal Ramli bahkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah untuk menyelesaikan masalah utama sekarang ini yaitu COVID-19. Bila permasalahan utama ini tidak ditangani maka ekonomi Indonesia akan sulit recovery.

Konteks: Menyikapi desakan dan kebutuhan dana yang mendesak, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam diskusi secara daring dengan sejumlah pemimpin redaksi, Kamis (23/4/2020), menyatakan telah mengalihkan dana anggaran dasar IKN untuk dialokasikan mendanai penanganan COVID-19.

Apa katanya: “Sudah diputuskan dilakukan shifting,” kata Sri Mulyani, "Salah satu proyek adalah rumah sakit khusus COVID-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau."

Wacana yang muncul dalam diskusi:

• Prioritas APBN 2020 digunakan untuk penanganan COVID-19

• Sangat mungkin pemerintah menunda pembangunan IKN

Gambaran anggaran untuk pembangunan IKN: Anggaran untuk pembangunan IKN mencapai Rp466 triliun dengan sumber dana dari APBN, kerja sama pemerintah dan badan usaha serta swasta.

• Anggaran Rp32,7 triliun untuk pembangunan Istana Negara dan bangunan strategis seperti TNI dan Polri dananya dari APBN.

• Untuk awasan ibu kota seperti rumah dinas, pendidikan, kesehatan dan lapas anggarannya Rp265,1 triiliun. Tidak ada APBN murni dari kerjasama badan usaha dan swasta.

• Pembangunan pendukung seperti air minum, telekomunikasi, jalan, listrik, olahraga dan ruang terbuka hijau anggarannya Rp160,2 triliun yang anggarannya berasal dari kerja sama dengan badan usaha dan swasta.

• Anggaran untuk pengadaan lahan Rp8 triliun.

Saran Rizal Ramli: Dalam sejumlah diskusi termasuk dalam acara di tvOne seperti dikutip dari tayangan YouTube, pemerintah perlu menganggarkan Rp200 triliun untuk menangani virus corona ini. "Pemerintah punya duit? Punya. Lupakan dulu pembangunan IKN alihkan untuk menangani corona. Kalau penanganannya benar ekonomi Indonesia pulih dalam enam bulan," ujarnya.


0 Komentar