Pemerintah: Semua Institusi Sedang Kembangkan Riset Virus Corona
Ilustrasi virus corona. (FOTO: i-Stock)

JAKARTA, HALUAN.CO - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengungkapkan, saat ini semua institusi penelitian ilmiah sedang mengembangkan riset tentang virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 secara terus menerus. 

Pasalnya, menurut dia, SARS-CoV-2 merupakan virus baru yang masih butuh diteliti secara terus menerus untuk menghasilkan vaksin yang bisa menyembuhkan penyakit Covid-19 tersebut.

Namun, menurut Yuri, sapaan akrabnya, hingga kini belum ditemukan obat yang menjadi standar bersama di seluruh dunia dalam mengobati pasien Covid-19.

"Kita masih belum mendapatkan satu pengobatan yang definitif yang menjadi standar dunia baik terkait dengan pengobatan maupun terkait dengan vaksin," kata Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube, Rabu (1/4/2020).

Untuk itu, kata Yuri, upaya-upaya yang bisa dilakukan saat ini secara terus menerus adalah dengan memutus rantai dan mengurangi jumlah kasusnya. Salah satu caranya, dengan mengikuti imbauan pemerintah untuk menjaga jarak.

"Seperti kita telah ketahui bersama bahwa Bapak Presiden telah menetapkan berdasarkan Perpres 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar," ujar Yuri.

"Ini adalah sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk semakin mengintegrasikan di dalam kaitan dengan physical distancing," sambungnya.

Covid-19 Makin Tak Terkendali, Pasien Positif Jadi 1.677 Kasus, Meninggal 157 Orang

Yuri menegaskan, mengintervensi kontak fisik dekat sesama orang dengan cara menjauhkan dalam satu wilayah akan berkontribusi sangat penting dalam menekan penyebaran virus.

Upaya ini, kata dia, juga harus dipadukan bersama-sama dengan upaya peningkatan kesehatan secara perorangan, penelusuran kasus, dan pengujian sampel.

"Termasuk melakukan pemeriksaan rapid test, dan disertai dengan peningkatan kapasitas perawatan di rumah sakit baik rumah sakit darurat untuk Covid-19 maupun rumah sakit-rumah sakit rujukan," paparnya.


0 Komentar