Pemerintah Siapkan Strategi Ekonomi Hadapi Dampak COVID-19

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Toko-toko di Pasar Tanah Abang tutup imbas COVID-19. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah terus berusaha untuk meminimalkan dampak pandemi COVID-19 di sektor ekonomi melalui berbagai strategi dan kebijakan. Hal itu untuk mengantisipasi efek negatif virus corona baru ini terhadap perekonomian Indonesia.

Mengapa ini penting: Pandemi COVID-19 bisa berujung pada krisis ekonomi bila tak diintervensi dengan berbagai kebijakan yang tepat dari pemerintah. Pemerintah perlu mengambil pelajaran berharga dari pengalaman beberapa krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998 dan 2008 agar tak terulang lagi.

“Pemerintah berusaha menjaga agar tidak terjadi dampak di sektor ekonomi karena wabah COVID-19. Menjadi prioritas adalah bagaimana agar risiko krisis ekonomi itu tidak terjadi. Itu yang harus kita jaga,” kata Tenaga Ahli Utama Deputi III Kantor Staf Presiden, Edy Priyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Konteks: Dampak ekonomi dari pandemi COVID-19 sudah mulai terasa di Indonesia. Salah satu dampak yang sudah mulai terasa itu adalah banyaknya pekerja yang terkena PHK dari perusahaan. Kemenakertrans mencatat selama wabah corona sudah 1,2 juta buruh yang terkena PHK. Hal itu terjadi karena banyak perusahaan yang tutup atau tidak beroperasi sementara selama pandemi COVID-19 ini terjadi.

Upaya pemerintah: Menjaga agar lembaga keuangan tetap bisa berjalan dengan relatif baik. Setiap kebijakan yang terkait dengan lembaga keuangan, misalnya relaksasi kredit akan dilakukan secara hati-hati dan terukur. Pemerintah juga akan menjaga perekonomian dari sisi supply dan demand agar dampak negatif COVID-19 bisa diminimalkan.

“Sebisa mungkin kita berupaya agar daya beli masyarakat tidak merosot terlalu besar dan dunia usaha masih bisa berjalan meskipun tentu saja tidak sama dengan kalau kondisinya normal,” ujar Edy.

PHK Sudah Capai 1,2 Juta dan Pemerintah yang Gagap

Berencana utang: Pemerintah akan menerbitkan surat utang pandemic bond atau recovery bond merupakan salah satu instrumen untuk memperkuat keuangan negara dalam jangka pendek. Recovery bond merupakan instrumen utang. Jadi kalau memang tidak diperlukan, pemerintah tentu tidak akan melakukannya.

“Kalaupun itu dilakukan, sifatnya hanya untuk jaga-jaga atau sebagai dana cadangan. Apakah efektif atau tidak, di atas kertas, penjualan bond akan meningkatkan penerimaan negara. Tapi ada risiko peningkatan inflasi dan yang namanya utang, pada saatnya harus dibayar," paparnya.


0 Komentar