Pemkot Depok Tunjuk Sembilan Rumah Sakit Rujukan COVID-19, Ini Daftarnya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kementerian Kominfo menggelar rapid test COVID-19 untuk para jurnalis. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Pemkot Depok Tunjuk Sembilan Rumah Sakit Rujukan COVID-19, Ini Daftarnya

Regional | Jakarta

Sabtu, 18 April 2020 08:04 WIB


DEPOK, HALUAN.CO - Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, menunjuk sembilan rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien terinfeksi virus corona penyebab Covid-19.

Dari sembilan rumah sakit itu, total ada 219 tempat tidur untuk merawat pasien COVID-19.

Mengapa ini penting: Keberadaan rumah sakit rujukan akan membantu kecepatan penanganan pasien COVID-19 di daerah tersebut. Semakin banyak rumah sakit yang disiapkan oleh daerah untuk rujukan COVID-19, maka akan semakin siap daerah tersebut dalam menghadapi ancaman peningkatan pasien virus tersebut.

"Kami juga sedang mempersiapkan kembali RSUD Kota Depok untuk menambah kapasitas ruang isolasi khusus Covid-19," kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2020).

Konteks: Penunjukan sembilan RS sebagai RS rujukan di Depok ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 445/Kep.224-Dinkes/2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 445/Kep.186- Dinkes/2020. Yaitu mengenai Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu.

Daftar rumah sakit rujukan:

  • Sembilan rumah sakit rujukan COVID-19 di Depok yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, RS Puri Cinere, RS Melia Cibubur, RS Hermina, RS Mitra Keluarga, RS Bhayangkara Brimob, RS Tugu Ibu, RS Bunda Margonda dan RS Universitas Indonesia (UI).
  • Untuk RS Sentra Medika, saat ini sedang diusulkan kembali ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk ditetapkan sebagai RS Rujukan COVID-19.

Jumlah kasus COVID-19:

  • Kota Depok menjadi salah satu wilayah dengan kasus positif COVID-19 tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Ada sebanyak 161 orang positif COVID-19. Adapun pasien sembuh berjumlah 12 orang, meninggal dunia 15 orang, kemudian Orang Tanpa Gejala (OTG) 726 orang.
  • Data perkembangan kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kota Depok hingga hari ini sebanyak 1.983 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 669 orang.
  • Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 40 orang. Namun, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Kabareskrim: Pelanggar Kebijakan Pemerintah soal COVID-19 Bakal Dihukum!

Tak sediakan wisma tenaga medis:

Wisma untuk para tenaga medis yang menangani pasien virus corona atau COVID-19 di Kota Depok hingga kini tidak disiapkan. Alasannya, masyarakat Kota Depok sangat toleran terhadap para tenaga medis.

"Insyaallah warga Kota Depok sangat toleran terhadap para tenaga medis yang berjuang untuk kemanusiaan, sehingga saat ini belum waktunya menyediakan wisma tersebut,” kata Idris.

Penulis: Zulhamdi Yahmin


0 Komentar