Pemprov Jambi Minta Kadis Kesehatan Kab/Kota Lakukan Contact Tracking Klaster Gowa

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 (tengah) dan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Jambi, Samsiran Halim (kiri) (Foto: Budi Harto)

-

AA

+

Pemprov Jambi Minta Kadis Kesehatan Kab/Kota Lakukan Contact Tracking Klaster Gowa

Regional | Jakarta

Senin, 27 April 2020 19:36 WIB


JAMBI, HALUAN.CO - Peningkatan jumlah kasus Corona (COVID-19) di sejumlah kabupaten/kota di Jambi hingga mencapai 32 kasus, sebagian besar disumbang oleh 'Klaster Gowa'.

Mengapa ini penting: Klaster Gowa ini berasal dari jamaah tablig akbar Ijtima Ulama Asia, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Maret 2020 lalu.

Konteks:

⦁ Jamaah 'Klaster Gowa' ini menjadi perhatian publik di Jambi, karena sebagian besar menyumbang COVID-19 di Jambi. Tercatat sudah ada 15 jamaah yang terkorfimasi positif COVID-19, dan telah menulari dua pasien yang memiliki kontak erat dengan salah satu jamaah.

⦁ Kasus positif jamaah tablig 'Klaster Gowa' juga ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Jamaah tablig yang mengikuti Ijtima Ulama Asia di Gowa ini, sebagian jamaahnya juga mengikuti tablig akbar di Malaysia, yang ketika itu sudah terpapar virus Corona (COVID-19) terlebih dahulu.

Apa yang dilakukan: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menghimbau kepada seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di Jambi untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap jamaah 'Klaster Gowa' tersebut.

Apa katanya: Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah selaku Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 mengatakan, di Jambi terdapat ratusan orang jamaah tablig yang mengikuti kegiatan Ijtima Asia di Gowa, Sulsel pada Maret lalu.

"Informasi yang kita terima rombongan jamaah tabliga yang mengikuti kunjungan ke Gowa, Sulsel yang jumlahnya ratusan, maka kami dari tim gugus tugas menyampaikan himbauan kepada Kadis Kesehatan seluruh kabupaten/kota untuk contact tracking," ujar Johansyah, Senin (27/4/20202).

Contact tracking: Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Jambi, Samsiran Halim juga mengingatkan kepada seluruh para kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di Jambi untuk melakukan contact tracking kepada seluruh jamaah klaster Gowa, Sulsel.

"Sesuai himbauan kami pada 17 April 2020 lalu kembali mengingatkan untuk melakukan tracking terhadap jamaah kita yang mengikuti tablig akbar di Gowa Sulawesi Selatan," kata Samsiran.

Peningkatan kasus: Berdasarkan hasil dari tracking di kabupaten/kota sebelumnya ada kecendrungan peningkatan kasus terhadap jamaah tablig usai melakukan perjalanan ke Gowa, Sulsel pada Maret lalu.

⦁ Seluruh kepala dinas untuk pro-aktif melakukan contact tracking kepada jamaah tablig maupun keluarganya.

⦁ Lonjakan kasus positif dari 'Klaster Gowa, ini terbesar terjadi pada Minggu (26/4/2020) dimana ada penambahan 11 kasus positif, dimana 10 orang diantaranya berasal dari 'Klaster Gowa'.

Klaster Gowa Sumbang 10 Orang dalam Tambahan Kasus Positif COVID-19 di Jambi

Rincian pasien positif Klaster Gowa:

⦁ Pasien 06 laki-laki berusia 66 tahun merupakan suami pasien 14, saat ini tengah dirawat di RSUD Abdul Manap, Kota Jambi dari Klaster Gowa.

⦁ Pasien 14 perempuan usia 62 tahun merupakan istri pasien 06, saat ini tengah dirawat di RSUD Abdul Manap, Kota Jambi dari Klaster Gowa.

⦁ Pasien 16 perempuan berusia 15 tahun mempunyai kontak erat dengan pasien 06 yang terkait dengan klaster Gowa, pasien 06 ini sekarang masih dirawat di RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

⦁ Pasien 18 perempuan berusia 7 tahun mempunyai kontak erat dengan pasien 06 yang terkait dengan klaster Gowa, pasien 06 ini sekarang masih dirawat di RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

⦁ Pasien 19 laki-laki usia 40 tahun, sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat di Rumah Sakit Umum Kolonel Abunjani, Kabupaten Merangin dari Klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 20 laki-laki usia 36 tahun yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirawat di Rumah Sakit Umum Kolonel Abunjani, Kabupaten Merangin, Klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 21 seorang perempuan usia 25 tahun yang sebelumnya juga berstatus PDP dan kini dirawat di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi dari Klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 22 berinisial K seorang laki-laki umur 55 tahun status PDP yang saat ini sedang dirawat di RSUD Muhammad Ripin Kabupaten Muarojambi, Jambi dari Klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 23 inisial D seorang perempuan umur 21 tahun status PDP saat ini sedang dirawat di RSUD Abunjani Merangin yang merupakan juga klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 24 inisial MA seorang laki-laki umur 48 tahun status PDP saat ini dirawat di RSUD Abunjani Merangin dari Klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 25 inisial AA seorang laki-laki umur 28 tahun status OTG (orang tanpa gejala) yang saat ini dirawat di RSUD Hamba Batanghari dari klaster gowa.

⦁ Pasien 26 inisial B seorang laki-laki umur 59 tahun status PDP yang saat ini dirawat di RSUD Abunjani, Merangin dari Klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 27 inisial KU seorang anak perempuan umur 7 tahun status PDP yang saat ini dirawat di RSUD Abunjani, Merangin dari Klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 28 inisial TT seorang perempuan umur 45 tahun status PDP saat ini dirawat di RSUD Abunjani, Merangin dari klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 29 inisial P seorang laki-laki umur 53 tahun status PDP saat ini dirawat di RSUD Abunjani, Merangin dari klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 30 inisial SS seorang perempuan umur 25 tahun status PDP dan saat ini dirawat di RSUD Abunjani, Merangin dari klaster Gowa, Sulsel.

⦁ Pasien 31 inisial S seorang laki-laku umur 66 tahun status DPD saat ini dirawat di RSUD Muhammad Ripin, Muarojambi dari klaster Gowa, Sulsel.

Penulis: Budi Harto


0 Komentar