Penahanan Ditangguhkan, PSK yang Digerebek Andre Sudah Pulang ke Keluarganya
Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade, bersama polisi saat melakukan penggerebekan pelaku prostitusi online di Padang. (FOTO: Kompas)

PADANG, HALUAN.CO - Perempuan berinisial NN, tersangka prostitusi daring yang digerebek oleh polisi bersama Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade, di salah satu hotel di Kota Padang, telah pulang ke rumah keluarganya. 

Ia diperbolehkan pulang setelah Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menangguhkan penahanan perempuan yang diduga terlibat dalam prostitusi daring melalui aplikasi Michat tersebut.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan, pihaknya melakukan penangguhan penahanan setelah adanya permohonan dari pihak keluarga dan kuasa hukumnya.

Menurutnya, proses administrasi penangguhan NN telah selesai dan langsung dijemput oleh keluarga pada Sabtu (8/2/2020) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

"Dia sudah kembali kepada keluarga. Namun proses hukum tetap berjalan. NN juga harus melakukan wajib lapor dua kali dalam satu minggu," kata Stefanus di Padang, seperti dilansir dari Antara, Minggu (9/2/2020).

Tersangka NN sebelumnya ditangkap Polda Sumbar bersama AS (24). Keduanya diduga terlibat dalam prostitusi daring melalui aplikasi Michat. AS diduga berperan sebagai muncikari, sedangkan NN adalah PSK.

Keduanya ditangkap setelah adanya laporan dari masyarakat, yakni Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat yang juga anggota DPR RI, Andre Rosiade. Polisi bersama Andre kemudian menggerebek salah satu hotel di Kota Padang di kamar 606.

Andre Tuding Pendukung Ahok di Balik Gencarnya Serangan Jebakan PSK

Kasus itu sendiri terungkap berawal dari rekan Andre yang menggunakan aplikasi Michat untuk menggunakan jasa PSK secara daring di Kota Padang, Sumatera Barat.

Dalam aplikasi itu, rekan Andre berbincang dengan NN yang menggunakan akun bernama Tari. Keduanya kemudian sepakat dengan uang sebesar Rp800 ribu.

Keduanya bertemu di salah satu kamar hotel dan ketika akan memasuki kamar, Andre Rosiade menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan penggeledahan di kamar itu.