Penambahan Kasus Covid-19 Saat Ini Dipicu Pergerakan Pasien Positif Tanpa Gejala

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona (Covid-19), Achmad Yurianto (Foto: BNPB)

-

AA

+

Penambahan Kasus Covid-19 Saat Ini Dipicu Pergerakan Pasien Positif Tanpa Gejala

Nasional | Jakarta

Sabtu, 04 April 2020 16:57 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Kasus positif corona di Indonesia terus bertambah, dan per hari ini jumlahnya telah mencapai 2.092 jiwa, 191 meninggal dunia dan 102 orang sembuh. Penambahan kasus positif Covid-19 yang terus muncul saat ini, karena pergerakan orang positif tanpa gejala. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona (Covid-19), Achmad Yurianto kembali mengingatkan agar masyarakat benar-benar mematuhi imbauan tetap berada di dalam rumah untuk memutus rantai penularan, karena banyak pasien positif tanpa gejala.

"Tetap tinggal di rumah adalah jawaban terbaik, tidak melakukan perjalanan kemanapun, termasuk pulang kampung, datang ke keluarga lain atau tempat lain. Upaya ini untuk memutus rantai penularan," ujarnya dalam video conference update Covid-19 di akun Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (4/4/2020).

Yurianto menyebutkan, untuk menemukan pasien positif Covid-19 tanpa gejala ini melakukan pemeriksaan molekuler. Untuk menemukkan kasus positif dilakukan pemeriksaan terhadap 7.800 orang yang ada di 120 kabupaten/kota.

Sehingga Sabtu hari ini, tercatat kasus positif bertambah menjadi total 2.092 kasus dan 191 jiwa meninggal dunia.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 106 kasus, jadi totalnya 2.092 kasus yang tersebar di 32 provinsi. Kemudian ada tambahan korban meninggal dunia sebanyak 10 jiwa sehingga total 191 jiwa meninggal akibat Covid-19," jelasnya.

Pasien Positif Corona di Indonesia Makin Tinggi!, Tembus 2.092 Orang

Pihaknya juga mencatat 16 orang berdasarkan pemeriksaan dua kali berturut-turut negatif Covid-19 sehingga total 150 orang sembuh.

Yurianto juga mengingatkan, saat ini juga jadi periode musim pancaroba rentan terjadi demam berdarah dengue (DBD).

Karena itu ia meminta masyarakat tinggal di rumah dan membersihkan sarang nyamuk yang tidak hanya mengendalikan Covid-19 melainkan juga DBD.


0 Komentar