Pencak Silat Diakui UNESCO, Prabowo: Bela Diri Bagian Kepribadian Bangsa
Pencak Silat diakui UNESCO. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto turut berbahagia pencak silat diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Indonesia.

Kata Prabowo, pencak silat merupakan warisan nenek moyang dan budaya bangsa Indonesia. Pada zaman Belanda, pencak silat dilarang. Bahkan secara diam-diam seorang guru rela berlatih tengah di tengah hutan terpencil.

"Pencak Silat ini adalah warisan nenek moyang kita. Pencak Silat ini adalah budaya bangsa kita. Pencak Silat dulu dilarang zaman Belanda. Dulu guru-guru kita diam-diam, tengah malam latihannya di gunung-gunung, latihannya di hutan-hutan terpencil," kata Prabowo dikutip melalui akun twitter @Gerindra, Sabtu (14/12/2019).

Tak hanya itu lewat akun twitter @Gerindra, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengungkapkan, saat itu rakyat Indonesia tidak diperbolehkan memiliki bela diri.

"Karena dulu tidak boleh rakyat kita punya bela diri. Jadi bela diri ini bagian dari kepribadian bangsa. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang bisa membela dirinya, dan membela keluarganya, membela bangsanya," kata Prabowo.

Akun twitter @Gerindra ini juga menuliskan bahwa Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO memutuskan Pencak Silat masuk ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Selain itu lewat cuitan akun twitter @Gerindra, diputuskan dalam sidang ke-14 di Bogota, Kolombia. UNESCO memandang pelestarian pencak silat telah mempererat persaudaraan serta mendorong kohesi sosial, bukan hanya nasional bahkan di dunia internasional.


Diputuskannya Pencak Silat sebagai Warisan Dunia Tak Benda oleh UNESCO ini mengukuhkan pengakuan dunia internasional terhadap tradisi nenek moyang bangsa Indonesia.

Resmi diputuskan pada Kamis, 12 Desember 2019, setelah sebelumnya diusulkan lewat naskah berjudul The Tradition of Pencak Silat kepada Sekretariat Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO, bulan Maret 2017.


Penulis: Milna Miana