Pencegahan Corona, 646 Narapidana Bakal Dibebaskan di Bali

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustari. (Ist)

DENPASAR, HALUAN.CO - Sebanyak 646 narapidana yang ditahan di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Bali akan dibebaskan.

Pembebasan itu seiring keluarnya Surat Keputusan Menkumham terkait pencegahan dan penanggulangan virus corona atau Covid-19.

Humas Kemenkumham Bali, Putu Surya Dharma, Rabu (1/4/2020) menyebutkan, jika merujuk Surat Keputusan Menkumham tersebut maka ada 646 narapidana yang bakal bebas.

Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, pada tanggal 30 Maret 2020 telah mengeluarkan Sura tKeputusan No. M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020, tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Dalam Surat Keputusan Menteri Kemenkumham itu, disebutkan beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang narapidana dan anak bisa bebas melalui asimilasi.

Narapidana dibebaskan itu adalah mereka yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020. Bagi, anak yang 1/2 masa pidananya sampai dengan 31 Desember 2020.

Kemudian narapidana dan anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012, tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing.

Asimilasi dilaksanakan di rumah dan surat asimilasi diterbitkan oleh Kalapas, Kepala LPKA dan Karutan.

Pengamat Kesehatan Publik: PSBB tidak Mempan Cegah Penyebaran Virus Corona

Putu Surya Dharma, dari 646 narapidana dan anak itu, paling banyak terdapat di Lapas Kelas II Kerobokan, yaitu sebanyak 294 orang.

Sisanya berada di Lapas Kelas II B Singaraja 64 orang, Lapas Narkotika Bangli 30 orang, Lapas Karangasem 46 orang, Tabanan 39, Lapas Perempuan Denpasar 37 orang, LPKA Karangasem 12 orang, Bangli 29, Gianyar 42, Klungkung 15 dan Negara 38 orang.


0 Komentar