Pandemi Covid-19, Bill Gates: Seluruh Negara Harus Lockdown 6-10 Minggu

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Bill Gates (Foto: Cnet)

-

AA

+

Pandemi Covid-19, Bill Gates: Seluruh Negara Harus Lockdown 6-10 Minggu

International | Jakarta

Minggu, 29 Maret 2020 16:07 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pendiri Yayasan Amal Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates mengatakan tidak ada jalan tengah dalam memerangi virus corona COVID-19. Untuk meghentikan penyebaran virus secara efektif ialah seluruh negara terdampak menerapkan lockdown selama 6-10 minggu.

Menanggapi pertumbuhan persebaran virus corona di Amerika Serikat yang terus bertambah 33 persen setiap hari. Pendiri Microsoft itu mengatakan AS tidak akan kembali pada kehidupan normal sampai hari Paskah mendatang.

"Kami sedang di masa sulit, jika dijalankan dengan tepat, kami hanya perlu rentang waktu selama 6 hingga 10 minggu, tetapi (lockdown) harus dilakukan seluruh negeri," kata Gates dalam video yang dikutip GeekWire, Minggu, 29 Maret 2020.

Lebih lanjut, Gates juga merespon pernyataan Presiden Trump tentang kemungkinan membuka wilayah AS pada April mendatang.

"Ini bukan mengarah pada politik ya, tapi itu tidak realistis. Pendekatan isolasi ini tidak boleh dari negara ke negara, tetapi dalam skala nasional," lanjutnya.

Khususnya di Amerika, Gates memprediksikan lonjakan kasus akan terus bertambah hingga April mendatang. Karena itu, ia menghimbau pemerintah dan warga AS untuk memiliki kesadaran diri untuk bersama-sama menekan perkembangan virus dengan mematuhi aturan seperti tidak beraktivitas di luar rumah.

Gates juga mendorong seluruh warga dan pemerintah untuk bekerjasama dan mendukung penemuan vaksin agar angka kasus covid-19 segera menurun.

"Kita harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan diagnostik, obat-obatan dan vaksin dengan sangat cepat," kata dia.

Seperti diketahui, saat ini AS mengalami lonjakan kasus virus corona melebihi China dan Korea Selatan. Per 28 Maret total kasus positif covid-19 di AS mencapai angka 103.942 dengan total kematian mencapai 1.689 jiwa.

Penulis: Rina Atmasari


0 Komentar