Peneliti Kembangkan Tes Darah yang Langsung Bisa Deteksi Kanker

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi peneliti mengembangakan tes darah untuk mendeteksi jenis kanker. (Foto: Shutterstok)

JAKARTA, HALUAN.CO - Para ahli saat ini tengah melakukan tes darah yang mampu menelusuri dari mana sumber penyakit itu berasal, bahkan sebelum gejalanya muncul. Tes yang baru dilakukan oleh para ahli di Amerika dan Inggris ini dikembangkan dan mampu mendeteksi lebih dari 50 jenis kanker.

Mengapa ini penting: Menurut para peneliti, ada kebutuhan mendesak untuk menciptakan alat diagnostik kanker yang lebih baik. Selama ini tenaga profesional kesehatan dinilai sebatas mendiagnosa setelah gejala muncul atau berkembang.

Padahal, mungkin saja penyakit tersebut telah mengalami titik kritis yang perlu perawatan dan penanganan dengan segera.

Konteks: Program skrining seperti mammoprogram untuk kanker payudara dan pap-smear untuk kanker serviks memang sebagai langkah pencegahan. Namun ketersediaan tes ini terbatas untuk sebagian populasi berisiko tinggi. Metode ini pun tak bisa nyaman sebab kebutuhan masing-masing orang bervariasi.

Metode yang digunakan:

· Para peneliti memadukan antara biologi dan teknologi pengembangan mesin. Tes bekerja menggunakan jenis DNA yang dikeluarkan oleh sel tumor.

· Tes tersebut mendeteksi DNA yang secara khusus dari sel kanker menggunakan penambahan bahan kimia dan mengisolasi sel dari sampel darah tersebut. Selanjutnya para ahli memasukkan hasil tersebut ke komputer yang bisa mengolah DNA dari sel kanker atau bukan kanker.

· Komputer lantas memprediksi apakah orang tersebut menderita kanker atau tidak, jika ya akan ketahuan jenis kanker yang diidap.

Apa katanya: “Data ini, mendukung kemampuan tes metilasi untuk memenuhi apa yang kami yakini sebagai persyaratan mendasar untuk tes darah deteksi dini multi-kanker, yang dapat digunakan untuk skrining tingkat populasi,” kata dokter Michael Seiden, penulis senior yang juga peneliti dalam jurnal Annals of Oncology, dikutip dari Healthline.

Keakuratan penelitian:

· Studi ini melibatkan 15 ribu orang, dimana telah menguji darah dari lebih 4.000 orang. Sekitar separuh di antaranya terdeteksi mengidap kanker. Para peneliti akhirnya memasukkan lebih dari 50 jenis kanker dalam penelitian ini.

· Tes ini disebut akurat hingga 93 persen dari keseluruhan sampel dan dapat memprediksi pada bagian tubuh mana kanker berkembang.

· Tingkat kesalahan dari studi ini tercatat hanya 0,7 persen. Artinya, kurang dari 1 persen orang yang didiagnosis kanker yang menggunakan alat ini tak akurat. Dibandingkan program skrining dengan tingkat kekeliruan 10 persen, studi ini bisa menjadi pendekatan baru yang lebih efektif.

Harapan para ahli: Dokter Michael Seiden berharap program skrining nasional kedepannya bisa menggunakan tes ini. Tes ini punya kemampuan mendeteksi beberapa jenis kanker yang mematikan dalam satu kali tes, dengan tingkat kesalahan yang rendah.

Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar