Penerapan PSBB di Bodebek Diklaim Sukses, Penurunan Kasus hingga 38,5 Persen

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Seorang pekerja sedang berdiri di trotoar di tengah penerapan PSBB di Kota Bogor. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Penerapan PSBB di Bodebek Diklaim Sukses, Penurunan Kasus hingga 38,5 Persen

Regional | Jakarta

Selasa, 28 April 2020 22:10 WIB


BANDUNG, HALUAN.CO - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Barat mengklaim bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Depok serta Kota dan Kabupaten Bogor berhasi menurunkan kasus virus corona. 

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, kasus COVID-19 di wilayah Bogor, penurunan kasus COVID-19 mencapai 38,5 persen.

Mengapa ini penting: Laporan penurunan kasus COVID-19 tentunya menjadi kabar baik. Apalagi, sejumlah daerah juga sudah menerapkan PSBB menyusul DKI Jakarta, Jawa Barat dan Provinsi Banten. Dengan begitu, ada harapan kasus COVID-19 di Indonesia akan mengalami penurunan.

"Saya sampaikan kalau kemarin sudah disampaikan ada penurunan kasus terutama di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor (Kabupaten Bogor dan Kota Depok). Bahkan angkanya 38,5 persen," kata Berli, Selasa (28/4/2020).

Konteks: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi menerapkan PSBB kawasan Bodebek sejak 15 April lalu. Penerapan PSBB pun berlanjut pada Rabu (29/4/2020) besok untuk 14 hari ke depan.

Muncul persoalan baru: Meski kasus COVID-19 mengalami penurunan, namun muncul persoalan baru di Bodebek, yakni daerah yang terpapar virus corona justru semakin meluas.

"Scara wilayah ada perluasan. Jadi sebarannya melebar," ujar Berli.

Apa upaya Pemprov:

• Pemprov Jabar akan menggencarkan pemeriksaan COVID-19 melalui metode polymerase chain reaction (PCR) di kawasan yang memberlakukan PSBB, seperti di Bandung Raya dan Bodebek.

• Pemeriksaan COVID-19 sistem rapid diagnostic test (RDT) akan digencarkan di kawasan non-PSBB yang fungsinya memperluas pemetaan persebaran COVID-9 di Jawa Barat.

• Adapun 100 ribu alat yang sudah masuk atau sudah dilaksanakan di kabupaten dan kota sekitar 96 persen sudah dilakukan rapid test di kabupaten kota.

• Dari hasil rapid test tersebut, diketahui bahwa yang terbanyak positifnya masih klaster-klaster sebelumnya, yaitu di Bodebek dan Bandung Raya.

"Dari 96 ribu hasil rapid test, yang reaktif sekitar 2.100 orang, selanjutnya akan menjalani tes PCR," kata Berli.

Bantu Kota Bekasi, Prabowo Serahkan 5000 Alat Rapid Test Corona

Target 300.000 rapid test:

• Adapun rapid test yang masih tersisa sekitar empat ribuan dan sudah melakukan pemesanan untuk ditambahkan lagi, baik dari pemerintah pusat maupun diupayakan dari sumber-sumber lainnya termasuk dari donatur.

• Sementara target untuk rapid test hampir 300.000 bisa segera terwujud dalam waktu dekat.


0 Komentar