Penertiban Tamansari Ricuh, Begini Komentar Gubernur Ridwan Kamil

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: Kompas.com)

BANDUNG, HALUAN.CO - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, turut mengomentari kericuhan yang terjadi saat penertiban kawasan Tamansari, Bandung, pada Kamis (12/12/2019) lalu. Pernyataan itu disampaikan lewat akun Instagram @ridwankamil.

Dia mengapresiasi langkah Wali Kota Bandung, Oded M Danial, yang menemui korban dan menjelaskan bahwa mereka akan diberi bantuan rumah kontrak selama setahun sambil menunggu proyek rumah deret selesai.

"Mereka (yang menolak) diberi fasilitas rumah kontrak selama setahun seperti mayoritas 176 kepala keluarga yang sudah pindah terlebih dahulu sementara sebelum kembali," kata Emil, Sabtu (14/12/2019).

Menurut dia, program penataan kawasan kumuh Tamansari itu diinisiasi sejak 2007 sejak Wali Kota Dada Rosada sebagai program Kementerian PUPR. Kemudian, Emil mengatakan, dirinya ikut melakukan finalisasi yang kini dieksekusi Oded.

Emil menjelaskan, kawasan Tamansari itu akan dijadikan rumah deret yang diperuntukkan bagi warga yang digusur. Dengan begitu, area di sana akan lebih sehat dan warga juga akan punya rumah yang dimensinya lebih besar.

Selain itu, jumlah unit rumah kontrak di atas lahan negara itu akan diperbanyak, sehingga memberi kesempatan warga di kawasan kumuh lainnya untuk pindah ke Tamansari dan menikmati hunian yang sehat dan lebih luas.

"Kami menyesal dengan adanya ekses negatif dan semoga kronologi ini bisa menjelaskan program pengentasan kekumuhan di Bandung," ujar dia.

Emil juga meminta warga dapat menahan diri, dan mempercayakan proses pembangunan ini ke pemerintah daerah. Sebab, Wali Kota Bandung tentu akan memberikan solusi terbaik.


0 Komentar