Pengacara: Romahurmuziy Bisa Bebas Pekan Depan
Mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy. (FOTO: Jawapos.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pengacara mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Rommy, Maqdir Ismail, mengatakan, kliennya itu bisa bebas pekan depan dari Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Hal itu, menurutnya, setelah adanya putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menerima banding Rommy dengan mengurangi hukumannya dari 2 tahun menjadi 1 tahun penjara.

Mengapa ini penting: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima banding Rommy dengan mengurangi hukuman menjadi 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Rommy sendiri sudah menjalani masa tahanan selama 1 tahun. Sehingga Rommy disebut bisa bebas pada pekan depan.

"Mestinya dibebaskan minggu depan, meskipun KPK kasasi karena tidak ada dasar hukum untuk melakukan penahanan," kata Maqdir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2020).

Konteks:

• Rommy telah ditahan KPK di Rutan Cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK Jakarta sejak 16 Maret 2019 setelah tertangkap tangan pada 15 Maret 2019 di Surabaya. Rommy juga sempat dibantarkan penahanannya selama sekitar 45 hari akibat sakit.

• Sebelumnya Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Rommy karena terbukti menerima suap sebesar Rp255 juta dari Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

• Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan JPU KPK yang meminta Rommy dituntut 4 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 5 bulan kurungan, ditambah pembayaran kewajiban sebesar Rp46,4 juta subsider 1 tahun penjara dan pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun.

Pihak Rommy tidak puas:

• Pihak Rommy mengaku tidak puas dengan putusan banding dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta karena menilai apa yang didakwakan terhadap Rommy tidak terbukti secara sah dan menurut hukum.

• Seharusnya Pengadilan Tinggi DKI Jakarta berani membebaskan Rommy meskipun yang bersangkutan sudah menjalani masa penahanan selama 1 tahun.

"Menurut hemat kami, kalau dakwaan tidak terbukti berapa lama pun orang sudah menjalani masa penahanan harus dibebaskan oleh pengadilan kalau dakwaan tidak terbukti," ujar Maqdir.

KPK diharapkan bisa menerima: Pimpinan KPK dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK diharapkan bisa menerima putusan tersebut dengan lapang dada.

Mulai Jumat Ini, Bandara Soetta Hentikan Penerbangan Komersial, Hanya Layani Kargo dan Khusus

JPU KPK Akan analisa putusan PT DKI:

• Tim JPU KPK akan menganalisa pertimbangan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang mengurangi hukuman terhadap terdakwa Rommy.

• Tim JPU KPK pada Kamis (23/4/2020) telah menerima salinan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut.

"Memang jika dibandingkan tuntutan JPU KPK, putusan PT DKI tersebut dapat dibilang rendah, namun demikian setiap putusan Majelis Hakim tentu harus kita hargai dan hormati," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4/2020).


0 Komentar