Pengamat: Pak Jokowi, Posisi Wakil Kepala KSP Itu Enggak Terlalu Penting!
Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai ada semacam parodks antara ucapan dengan tindakan Presiden Jokowi terkait munculnya posisi Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Karena, waktu dilantik, Jokowi selalu gembar-gemborkan soal perampingan birokrasi serta mengurangi pemborosan anggaran.

"Kata Bung Karno, pemimpin hebat ya pemimpin yang bisa menyatukan antara kata dengan perbuatan,” kata Ujang kepada wartawan, Kamis (26/12/2019).

Menurut Ujang, posisi Wakil Kepala KSP ini hanya akan menambah beban anggaran negara. Terlebih lagi, negara saat ini sedang menanggung utang yang tidak sedikit. "Institusi seperti KSP nya saja tak penting untuk ada. Apalagi pengangkatan wakil KSP harusnya tak perlu ada,” tegasnya.

Ujang menduga, posisi Wakil Kepala KSP ini hanya sebagai politik akomodatif dan balas budi dari Jokowi kepada pendukung dan relawannya.

"Itu memang haknya. Namun harus diingat presiden ingin merampingkan birokrasi, ingin mengiruangi pemborosan anggaran," ingat Ujang.

Ujang meyakni posisi Wakil KSP juga tidak akan efektif lantaran akan menciptakan tumpang tindih dengan lembaga pemerintahan lain.

"Tak efektif. Tumpang tindih dengan organ pemerintah yang lain. Ada jubir presiden. Namun seolah- seolah orang KSP sebagai jubir presiden, dan lain–lain," tandasnya.