Peniadaan 10 Cabor di PON 2020 Perlu Dikaji Ulang
maskot PON 2020 di Papua. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Peniadakan sepulu cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke XX tahun 2020 yang akan digelar di Papua perlu dikaji ulang dan dicarikan solusinya yang lebih baik.

Peniadakan 10 Cabor pada PON 2020 di Papua mengecewakan banyak pihak, terutama para atlet yang sudah berlatih cukup lama dan banyak mengorbankan waktu, tenaga juga memakan anggaran bahkan sudah mengikuti kegiatan Pra PON.

"Tentu ini sangat mengecewakan para atlet yang telah mengorbankan waktunya berlatih selama ini dalam pra PON," kata anggota Komisi X atau Komisi Olahraga DPR, Andi Muawiyah Ramly, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Kesepuluh cabor yang akan ditiadakan pada gelaran PON 2020 di Papua, 20 Oktober sampai 2 November 2020, yakni Balap Sepeda, Ski Air, Bridge, Woodball, Gateball, Golf, Soft Tenis, Tenis Meja, Dansa, dan Petanque.

Diungkapkan, dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan stakeholder bidang keolahragaan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (13/12/2019) pekan lalu, salah salu yang mengapung terkait peniadaan 10 cabor tersebut.

"Salah satu persoalan yang mengemuka dalam pertemuan itu adalah dikuranginya jumlah cabang olahraga yang dari semula 47 hanya menjadi 37 cabor pada PON Ke-XX di Papua karena alasan tidak siapnya sarana dan prasarana venue atau lapangan pertandingan," jelas Andi.

Politisi Fraksi PKB ini menambahkan, pengurangan 10 Cabor pada PON 2020 di Papua mengecewakan banyak pihak, terutama para atlet yang sudah berlatih cukup lama dan banyak mengorbankan waktu, tenaga juga memakan anggaran bahkan sudah mengikuti kegiatan Pra PON.

Kekecewaan tersebut juga diungkapkan KONI Sulsel, diharapkan panitia PON mengambil opsi memindahkan 10 cabor ke daerah lain ketimbang meniadakannya.

"Ada masukan dari KONI Sulsel, daripada meniadakan 10 cabor karena alasan dukungan venue di Papua belum siap maka pemindahan lokasi pertandingan di daerah lain bisa menjadi pilihan alternatif," tandas Andi.