Penyegelan 11 Tempat Hiburan Malam, Satpol PP Padang Tepis Tuduhan Politis
Penyegelan salah satu tempat hiburan malam tak berizin di Padang, Sabtu (28/12/2019) malam. (Foto: Istimewa)

PADANG, HALUAN.CO – Pasca razia yang dilakukan bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade beberapa waktu lalu, Satuan Polisi (Satpol) PP Kota Padang melanjutkan kembali razia terhadap tempat-tempat hiburan malam yang tak memiliki izin. 

Hasilnya, sebelas tempat hiburan malam di Padang yang diduga tak memiliki izin disegel tim gabungan pada Sabtu (28/12/2019) malam.

Penyegelan melibatkan tim yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perizinan, Dinas Sosial, BNN dan SK4 Pemko Padang. Sebelumnya telah diberikan teguran atau pun imbauan terhadap tempat usaha dimaksud.

Menurut Kabid Tibum Satpol PP Padang, Erios Rahman, penyegelan sebelas kafe tersebut, berdasarkan evaluasi beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Dari kesepakatan OPD terkait tersebut, Satpol PP selaku eksekusi melakukan penyegelan ataupun penutupan.

Penyegelan tempat hiburan malam tersebut sempat diprotes oleh salah seorang pemilik. Pemilik yang protes tersebut menuding Satpol PP tebang pilih dalam aksinya. Namun, Erios menegaskan kalau Satpol PP bertugas sesuai tupoksi. Jika ada yang hendak mengambil tindakan hokum, Satpol PP siap menghadapi.

Erios juga mengatakan, dari seluruh tempat hiburan malam yang disegel atau ditutup ini, mereka mengaku baru sedang mengurus perizinan. Artinya, kalau mereka sedang dalam pengurusan, belum keluar izinnya.

Pasca disegel, menurut Erios, pihaknya akan terus memantau. Jika nanti ditemukan tetap beroperasi, makan akan ditindaklanjuti sesuai peraturan daerah yang ada. Namun jika izin sudah keluar, maka tempat usaha dibuka kembali.

“Penutupan untuk sementara. Apabila sudah ada izinnya, akan kita buka kembali,” katanya.

Sedangkan untuk tempat hiburan malam yang memiliki izin‎, ia minta agar mematuhi regulasi yang telah tertuang di perda. Salah satunya jam tayang hanya sampai pukul 02.00 WIB.

Tak Ada Tekanan dari Anggota DPR

Meski penyegelan tempat hiburan malam dilakukan hanya berselang seminggu setelah razia yang diikuti oleh anggota DPR RI Andre Rosiade dan sejumlah anggota DPRD Sumbar dan Kota Padang dari Fraksi Gerindra, tapi menurut Erios, razia yang dilakukan tak ada tekanan atau dipengaruhi siapa-siapa. Meski razia beberapa waktu lalu diikuti politisi Gerindra.

“Kita berjalan dengan institusi kita sendiri. Tidak ada pengaruh dari orang lain atau siapa-siapa,” kata Erios.

Seperti diketahui, banyaknya tempat hiburan malam tak berizin menjadi salah satu alasan bagi Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang untuk melancarkan hak interpelasi kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Hak interpelasi tersebut didorong oleh anggota DPR RI Andre Rosiade yang juga Ketua Partai Gerindra Sumatera Barat.

Sebelumnya, Andre juga mendorong Fraksi Gerindra mengajukan hak interpelasi terhadap Gubernur Sumatera Barat karena kunjungan luar negeri gubernur yang dinilai kelewat batas. Baik Gubernur maupun Walikota Padang keduanya merupakan kader PKS.


Penulis: Melda Riani