Perang Dunia Ketiga: Lantas Kita Mau Apa?
Amerika dan Iran memanas sebagai awal dari pemantik Perang Dunia Ketiga? (Ilustrasi: Haluan.co)

Meskipun negara kita ini Non-Blok, tapi ingat Natuna, krisis Natuna bersinggungan dengan kawasan laut kita. Bisa saja meruncing dan menyeret kita dalam konflik. Waspadalah…waspadalah!

INTERVENSI Amerika Serikat terhadap negara lain bisa dikatakan mencapai puncaknya saat ini. Setelah berhasil “menginisiasi” krisis kepresidenan di Venezuela sejak awal 2019 lalu, kini Amerika benar-benar melakukan serangan terhadap Iran. Tepatnya adalah salah satu perwira tinggi negara itu.

Kejadian yang bermula dari serangan udara terhadap mobil yang mengangkut beberapa orang penting Iran itu terjadi di dekat bandara internasional Baghdad, Irak beberapa hari lalu.

Peristiwa itu lantas menewaskan Panglima Quds, Mayor Jenderal Qassem Soleimani. Tidak hanya itu, sasaran utama serangan ini adalah Abu Mahdi al-Muhandus, pimpinan The Shiite Iran-backed militia, sebuah pasukan Syiah di Irak yang mendapat dukungan Iran.

Pasukan pimpinan Abu Mahdi inilah yang beberapa hari lalu dianggap menyerang Kedutaan Besar AS di Irak. Duaarrrrrrr, tiga hari dari tahun baru sudah panas nih dunia persilatan, apes kali kau bosque….

Konon, serangan terhadap kedutaan besar AS itu menewaskan seorang warga sipil Amerika Serikat dan dianggap melecehkan negara itu. Sehingga, Presiden Trump mengusulkan sebuah serangan kepada Kongres. Namun, nampaknya serangan yang diusulkan cukup cepat terjadi.

Bahkan, di tengah banjir tagar #WWIII atau #WorldWarIII yang menjadi trending di Twitter, Presiden Trump sempat mengunggah sebuah gambar bendera Amerika Serikat. Hal itu terjadi beberapa saat setelah “suksesnya”serangan udara itu.

Hasil dari serangan Amerika terhadap salah satu perwira tinggi Iran ini makin meruncingkan hubungan kedua belah pihak. Setelah beberapa tahun lalu Amerika Serikat mencabut kesepakatan antinuklir mereka dengan Negeri Para Mullah ini.

Lawan AS Iran Umumkan Langgar Kesepakatan Nuklir Siap Siap Perang

Tak pelak, serangan ini memicu respons negatif dari para pejabat tinggi Iran yang menuntut Amerika Serikat bertanggung jawab. Dan tentu saja,Kedutaan besar Amerika di Baghdad, Irak langsung menyarankan kepada warganya untuk bersiap pergi dari tempat itu jika nantinya terjadi eskalasi konflik.

Memang ya, di dunia yang santuy ini masih banyak sobat-sobat baku hantam. Gak selow, usilnya murni sejak dalam pikiran….

Nah, kericuhan ini nampaknya langsung diartikan lebih oleh para warganet. Khususnya sobat-sobat begadang di Twitter. Sebab mereka menilai bahwa meruncingnya konflik Amerika-Iran ini dapat memicu Perang Dunia Ketiga. Dikarenakan, Iran memiliki sekutu kuat yaitu Rusia dan China.

Di sisi lain, Amerika juga melakukan perang dagang terhadap China atau RRC. Dan jelas, hubungan ini bisa makin klimaks jika ada sulutan-sulutan ketubiran di dunia nyata. Sudah bosan ribut di dunia maya, manusia sepertinya ingin mengawali keributan fisik di dunia nyata….

Lucunya, beberapa kawan yang tinggal di bagian waktu Eropa dan sekitarnya baru mengawali hari ketika muncul tagar #WorldWarIII di Twitter dan kemudian diikuti platform media sosial lain. Baru bangun pagi disambut perang, apes sekali tahun barumu.

Lantas, apa yang bisa kita perbuat untuk menghadapi Perang Dunia Ketiga, jika memang benar-benar terjadi?

Berhenti saling menyalahkan orang lain, muhasabah diri Anda! Negeri kita ini masih ringkih, ribut melulu kerjamu hei….

Persetan dengan pilihan politikmu, kalau tidak bersatu kita makin mampus disikat perang antara dua kubu.

Meskipun negara kita ini Non-Blok, tapi ingat Natuna, krisis Natuna bersinggungan dengan kawasan laut kita. Bisa saja meruncing dan menyeret kita dalam konflik. Waspadalah…waspadalah!

Siapkan diri Anda untuk susah mengakses konten lucu. Sebab dunia sedang haru biru, dan manusia macam apa yang justru tertawa di tengah perang. Ya okelah, meski tidak etis tapi lumayan masuk akal.

Perbanyak studi sains, agar paham kenapa roket dan rudal bisa terbang begitu saja. Itu bukan azab karena Iran itu Syiah dan Amerika itu Liberal. Itu karena kepala Anda saja yang kopong.

Ya, sekian amanat kepada sohabat-sohabat sekalian. Semoga tetap safe dan healthy. Dan tentu, happy!


Penulis: Algonz Dimas B. Raharja