Peringatan Isra Mi'raj, MUI Imbau Ulama Tak Sampaikan Pesan Kontroversi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Waketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi. (Foto: Kompas)

JAKARTA, HALUAN.CO - Peringatan Isra Mi'raj 27 Rajab 1441H tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Peringatan kali ini lebih adem karena dunia termasuk Indonesia dalam suasana prihatin akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengimbau di tengah suasana musibah yang melanda dunia dengan merebaknya virus Corona, marilah umat semuanya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yaitu melakukan muhasabah dengan memperbanyak berdzikir, memohon ampunan (istighfar) kepada Allah.

"Mari berdoa, semoga musibah yang melanda bangsa Indonesia dan seluruh warga dunia segera berlalu," imbau Zainut dalam keterangannya, Minggu (22/3/2020).

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI itu menjelaskan, salah satu hikmah memperingati Isra Mi'raj adalah anjuran untuk mengimplementasikan nilai-nilai ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari.

"Ibadah shalat menempati posisi yang sangat utama dalam ajaran Islam. Dalam hadits shalat diibaratkan sebagai tiang agama dan dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat juga dapat mendidik seorang muslim menjadi pribadi yang bersih, jujur, sabar dan disiplin," tuturnya.

Dalam konteks menghadapi wabah Corona, Zainut kembali mengimbau umat Islam menjadikan nilai-nilai ajaran salat sebagai bekal untuk menanggulangi wabah mematikan tersebut. Karena, salat melatih diri untuk sabar dan disiplin dalam melakukan gerakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat.

Nilai-nilai disiplin yang salah satunya patut diambil ialah membiasakan diri hidup sehat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan disiplin melakukan social distancing agar dapat menghambat penularan virus Corona.

"Melalui peringatan Isra' Mi'raj kami mengajak seluruh rakyat Indonesia, untuk menggalang solidaritas nasional, menumbuhkan sikap empati dan kepekaan perasaan terhadap musibah (sense of crisis) dengan saling membantu, saling menolong, bekerja sama, dan bahu membahu mengatasi musibah ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, bukan dengan saling menyalahkan dan saling menghujat. Musibah ini bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah semata, tetapi tanggung jawab kita bersama," ajaknya.

Update Kasus Corona: 514 Pasien Positif, 48 Orang Meninggal

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga mengimbau kepada para ulama, kiai, habaib, tuan guru dan lainnya, ikut mendukung kebijakan Pemerintah dalam mengatasi musibah virus Corona.

"Melalui hikmah Isra' Mi'raj diharapkan dapat memberikan pesan agama kepada masyarakat dengan narasi yang positif dan edukatif. Sebaliknya, tidak menyampaikan pesan agama yang dapat menimbulkan kontroversi dan kontra produktif," tukasnya.


0 Komentar