Peringati May Day, Buruh akan Gelar Aksi Tolak RUU Cipta Kerja
Presiden KSPI Said Iqbal (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI), akan memperingati hari buruh Internasional atau May Day dengan melakukan aksi pada 30 April mendatang. Aksi tersebut akan dipusatkan di Gedung DPR RI dan kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.

Mengapa ini penting: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keras sikap DPR RI yang telah menyepakati Omnibus Law RUU Cipta Kerja untuk dibahas di Badan Legislasi (Baleg) di tengah pandemi virus Corona. DPR dinilai tidak punya hati nurani.

Konteks:

  • RUU Cipta Kerja dinilai merugikan buruh, dan berpihak kepada pengusaha dan investasi saja seperti outsourcing seumur hidup hingga potensi hilangnya jaminan sosial dan hak cuti.
  • Aksi tolak RUU Cipta Kerja saat peringatan Mayday tetap harus disuarakan demi kepentingan buruh, meski ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Apa katanya: Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan aksi tersebut memiliki tiga fokus tuntutan. Ketiganya adalah, tolak omnibus law RUU Cipta Kerja, hentikan pemutusan hubungan kerja (PHK), dan liburkan buruh dengan tetap mendapatkan upah dan THR penuh.

"Surat pemberitahuan aksi kepada Mabes polri dan Polda Metro Jaya sudah disampaikan pada hari Jumat tanggal 17 April," ujar Said lewat keterangan resminya, Minggu (19/4/2020).

Aksi Mayday: Peringatan mayday menolak RUU Cipta Kerja akan digelar pada Kamis (30/4/2020) di Gedung DPR/MPR dan Kantor Menko Perekonomian di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dengan jumlah massa sekitar 50.000 buruh dari Jabodetabek.

DPR Minta RUU Cipta Kerja Tidak Dipolitisasi Jadi Komoditi Politik

Berharap diizinkan: KSPI dan MPBI berharap aksi ini diizinkan oleh kepolisian RI, di tengah pandemi virus Covid-19 atau corona. Karena faktanya, banyak buruh yang sampai saat ini masih tetap bekerja di pabrik.

  • Buruh akan mengikuti protokol pencegahan vitus corona. Beberapa di antaranya adalah jaga jarak, memakai masker, dan hand sanitizer.
  • KSPI dan MPBI akan berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Metro Jaya untuk mencari solusi berkenan rencana aksi buruh ini. Kami yakin akan mendapatkan titik temu," ujar Said.

Apa yang akan dilakukan: Jika yang dipersoalkan dari aksi akan membahayakan nyawa lantaran adanya virus, KSPI meminta pabrik agar meliburkan buruhnya. Sebab, hingga saat ini banyak pabrik yang tetap melaksanakan aktivitasnya di tengah pandemi virus Covid-19.

"Aksi buruh 30 April akan kami hentikan bila DPR RI dan Menko Perekonomian menghentikan pembahasan Omnibus law RUU Cipta Kerja selama pandemi corona. Tetapi kalau tidak, maka buruh tetap aksi," tegas Said.

Bagaimana selanjutnya: KSPI melihat ada upaya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang dilakukan perusahaan di tengah dan pasca pandemi Corona dengan berbagai alasan.

Yakni menipisnya bahan baku, anjloknya nilai tukar rupiah, Industri pariwisata yang merosot, dan anjloknya harga minyak mentah

“KSPI berharap anggota DPR RI mendengarkan suara buruh Indonesia dengan menghentikan pembahasan onmnibus law RUU Cipta Kerja sampai pandemi Corona selesai dan tidak terjadi ancaman darurat PHK pasca pandemi Corona,” pungkasnya.


0 Komentar