Perkuat Alutsista, Menhan Dukung Industri Pertahanan Swasta
Menhan Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto optimistis industri pertahanan dalam negeri akan lebih mandiri dalam membuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

"Alhamdulillah kemampuan kita sudah sangat baik sangat maju tentu ada bagian-bagian yang masih kita harus mengadakan penelitian dan pengembangan (litbang) lagi, tapi insya Allah saya optimis lima tahun lagi kita akan lebih mandiri, lebih berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo dilansir dari laman resmi Kemhan, Rabu (4/12/2019).

Prabowo mengaku bangga dengan hasil karya dan kemampuan anak-anak bangsa dalam membuat alutsista untuk TNI dan Polri. "Saya melihat kemampuan mereka sangat membanggakan. Kita sudah punya kemampuan-kemampuan yang sangat bagus," kata Prabowo lagi.

Prabowo juga mengaku telah mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan peran industri pertahanan dalam negeri.

"Dalam pengadaan alutsista untuk kepentingan pertahanan kita. Selama ini saya dengan Wakil Menhan sedang keliling dan untuk mempercepat proses kita undang industri pertahanan swasta," ujar Prabowo.

Dalam Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 2012 tentang pertahanan industri pertahanan swasta tidak menjadi lead integrator diutamakan untuk menjadi produksi alutsista.

Namun, kata Prabowo, hal itu tidak menjadi masalah karena hasil karya industri pertahanan swasta dan industri pertama BUMN merupakan karya anak bangsa.

"Ya tidak ada masalah, jadi saya katakan tadi bahwa kita jangan berpikir BUMN nasional atau swasta. Kita semua anak bangsa, swasta adalah bagian vital dari ekonomi kita. BUMN dan swasta kerja sama. Nanti kita bisa cari formulanya, akar masalah, BUMN lead integrator tapi semua swasta ikut dengan aktif," tutur Prabowo.

Pameran Pinhantanas yang diikuti sebanyak 24 perusahaan Indhan swasta dalam negeri tersebut mengangkat tema "Tekad Industri Pertahanan Dalam Negeri Mendukung Pembangunan Kekuatan Pertahanan dan Keamanan Indonesia". Sejumlah produk Indhan karya anak bangsa dipamerkan, seperti kapal, pesawat tanpa awak, kendaraan taktis, hingga bom.

Untuk 24 perusahaan tersebut meliputi CV. Indo Pulley Perkasa, PT Elmas Viana Djaja, PT Sari Bahari, PT Merpati Wahana Raya, PT Burangkeng Maju Teknik, PT Prasandha Dumayasa, PT Bhimasena Global Teknologi Industri, PT Bangkit Nata Mandiri Sejahtera, PT Graha Fatta, PT Shipyard, PT Jala Berkat Nusantara Perkasa, PT Ridho Agung Mitra Abadi.

Selanjutnya, PT Karya Tugas Anda, PT Hariff Daya Tunggal Engineering, PT Komodo Armament Nusantara, PT Samudera Wiwaca Kusuma, PT Batamec, PT Kadomas Aviasindo, CV Maju Mapan, PT Karimun Anugerah Sejati, PT Caputra Mitra Sejati, PT langit Biru Parasut, PT Daya Radar Utama dan PT Bandar Abadi.

Nampak hadir dalam pameran itu, Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Sekjen Kemhan Laksdya TNI Agus Setiadji, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan dan lainnya.


Penulis: Milna Miana