Perlu Diantisipasi Potensi Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp20 Ribu per Dolar AS
Ilustrasi nilai tukar rupiah anjlok. ( Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) merasa risau jika nilai tukar rupiah anjlok hingga Rp20.000 per dolar sebagai dampak wabah virus corona atau Covid-19.

Mengapa ini penting: Nilai tukar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 dipatok Rp14.400 per dollar AS.

Konteks:

• Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan nilai tukar rupiah akan terus melemah akibat dampak virus corona.

• Dalam skenario berat, Sri Mulyani menyebut nilai tukar rupiah bisa mencapai Rp17.500 per dollar Amerika Serikat (AS).

• Dalam skenario sangat berat, nilai tukar rupiah bisa menembus level Rp 20.000 per dollar AS.

Apa katanya: "Perlu dilakukan antisipasi dari potensi anjloknya nilai tukar rupiah yang dapat menembus Rp20 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) ini sebagai dampak dari penyebaran wabah virus corona," kata Bamsoet, Senin (6/4/2020).

Bagaimana Selanjutnya:

• Pemerintah diminta tetap melakukan proyeksi kurs rupiah sebagai langkah untuk mengantisipasi dampak terburuk dari tekanan kurs dolar AS terhadap rupiah.

• Bank Indonesia (BI) untuk melaksanakan strategi yang telah ditentukan dari hasil proyeksi tersebut, sehingga dapat menjaga kestabilan moneter dan mencegah nilai rupiah semakin anjlok.

Ketua MPR Minta Pemerintah Sampaikan Data Kasus Corona Sesuai Kenyataan

• Masyarakat tidak menjual dolar yang dapat berakibat semakin melemahkan nilai tukar rupiah, serta mendorong masyarakat untuk bersikap tidak panik dalam situasi saat ini.

• "Saya mengimbau masyarakat tidak menarik uangnya yang berada di bank secara besar-besaran (rush money) yang dapat berpotensi menyebabkan bank kolaps," himbau Bamsoet.

Mendorong langkah pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona secara maksimal yang menjadi salah satu kunci agar nilai tukar rupiah kembali menguat.


0 Komentar