Perludem Sarankan Pilkada Digelar Pertengahan 2021
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi (Perludem) menyarankan agar pelaksanaan pilkada ditunda hingga situasi kembali kondusif dan aman dari virus corona atau Covid-19. 

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, pun menyarankan agar pilkada digelar pada pertengahan 2021 saja.

Dia mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memberikan tiga pilihan waktu penundaan, yakni akhir 2020, Maret 2021 dan September 2021.

Menurut dia, pilihan ketiga dari opsi tersebut, yakni September 2021 adalah yang paling realistis.

"Lebih baik kalau pelaksanaan pilkada itu betul-betul diselenggarakan setelah penanganan Covid-19 ini tuntas dan setidaknya pada pertengahan 2021. Itu kondisi idealnya," kata Titi di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Titi menilai, penundaan di pertengahan 2021 adalah ideal lantaran tidak terganggu dengan fokus pemerintah yang tengah menuntaskan masalah Covid-19.

Semakin jauh jarak memulai tahapan pilkada dengan penanganan Covid-19 saat ini, kata Titi, akan meminimalkan potensi-potensi terhambatnya penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut terulang kembali.

"Karena memiliki jarak yang cukup jauh dengan gelombang wabah saat ini, sehingga bisa menyiapkan segala sesuatu tanpa harus khawatir wabah," ujarnya.

Sejumlah Wilayah di Jakarta Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Sebelumnya, KPU memberikan tiga opsi terkait penundaan Pilkada 2020 kepada pemerintah dan DPR akibat pandemi Covid-19.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid, mengatakan, ketiga opsi itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kemendagri dan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2020 )

Pramono menyebutkan, opsi yang pertama adalah hari pemilihan pilkada ditunda menjadi 9 Desember 2020. Kemudian opsi kedua yakni pilkada ditunda selama enam bulan atau hari pemilihannya akan digelar pada 17 Maret 2021.

Sementara opsi ketiga yakni penundaan 12 bulan dan hari pemilihannya akan berlangsung pada 29 September 2020.

"Pada prinsipnya semua pihak setuju Pilkada Serentak 2020 ditunda. Namun belum sampai pada kesimpulan kapan ditundanya," kata Pramono.


0 Komentar