Permenkes Pedoman PSBB Terbit, Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang
Ilustrasi ojek online. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah menerbitkan aturan soal transportasi dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 sebagai langkah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Mengapa ini penting: Dalam pedoman PSBB itu, salah satu aturan yang dikeluarkan adalah terkait larangan ojek online mengangkut penumpang.

Konteks: Pasal 13 ayat (1) huruf e Permenkes No 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan COVID-19 yang diterbitkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatur soal pembatasan transportasi.

Apa katanya: Layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang, dan tidak untuk penumpang.

Ada pengecualian: Dalam Permenkes itu dikecualikan bagi moda transportasi penumpang baik umum atau pribadi dengan memperhatikan jumlah penumpang dan menjaga jarak antar penumpang. Juga moda transportasi barang dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

Aturan lain:

  • Selain transportasi, Permenkes soal PSBB juga mengatur soal pembatasan lima kegiatan lainnya, yakni peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.
  • Kemudian juga pembatasan kegiatan sosial dan budaya, dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

"Pelaksanaan PSBB yang dimaksud dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran," demikian bunyi ayat (2) Pasal 13.

Jokowi: Percepat Tes Laboratorium Covid-19!

Aturan tempat kerja: Ada beberapa tempat kerja yang diperbolehkan tetap beroperasi dengan jumlah minimum karyawan, yakni yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar.


0 Komentar