Perusahaan Bertumbangan Dihantam Wabah Virus Corona

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi PHK. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Telah banyak perusahaan terpaksa tutup karena dihantam virus corona atau COVID-19 sejak virus asal Kota Wuhan, China itu menulari wilayah Indonesia.

Mengapa ini penting: Banyaknya perusahaan yang tutup dan ada gulung tikar itu menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan meningkatkan angka pengangguran di Indonesia.

Konteks: Wabah virus corona yang kini melanda Indonesia. Virus tersebut telah menular di seluruh wilayah Indonesia. Data terakhir hingga Rabu (15/4/2020) siang, ada 4.839 kasus terkonfirmasi positif, 459 orang meninggal dan 426 orang dinyatakan sembuh.

Data daerah:

• Di Jawa Timur berdasarkan data Disnaker setempat, ada 85 perusahaan yang tutup akibat dampak COVID-19 dengan mem-PHK 3.649 pekerja. Kemudian 318 perusahaan yang terpaksa merumahkan 25.397 pekerjanya. Belum lagi Pekerja Migran Indonesia yang akan bekerja ke berbagai negara tetangga, juga terpaksa gagal berangkat, serta sebagian yang tidak diperpanjang kontraknya. "Ada 4.361 Pekerja Migran Indonesia yang didalamnya ada yang gagal berangkat dan ada yang sudah selesai kontrak," ungkap Wagub Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Rabu (15/4/2020).

• Data Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali hingga 13 April 2020, tercatat 46.787 pekerja yang dirumahkan dan 824 pekerja di-PHK dengan jumlah perusahaan 606.

• Kepala Disnakertrans Palopo, Sulawesi Tenggara Kodrat, Minggu (12/4/2020) melaporkan jumlah perusahaan yang tutup sebagian dan tutup total mencapai 370 usaha.

• Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) Agus Patria, Selasa (14/4/2020) melaporkan sebanyak 180 perusahaan di provinsi itu memilih tutup. Ada sekitar 11.000 karyawan dirumahkan dan sebagian besar dari mereka di bidang pariwisata.

Imbas COVID-19, Menkeu: Skenario Terberat, Pengangguran Akan Bertambah 5,2 Juta Orang

• Disnaker Kota Bandar Lampung mencatat 33 perusahan yang tutup dan 1.427 karyawan dirumahkan. "Data Per 13 April perusahan yang tutup sebanyak 33 perusahan dengan 1.427 karyawan dirumahkan. Data ini bertambah 4 perusahan per 6 April yakni 28 perusahaan," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandar Lampung, Wan Abdurahman, Selasa (14/04/2020).

• Data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta hingga 6 April mengumumkan 162.416 pekerja dirumahkan dan di-PHK. Mereka berasal dari 18.045 perusahaan. Rinciannya, 30.137 pekerja dari 3.348 perusahaan terkena PHK dan 132.279 pekerja dari 14.697 perusahaan terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu.


0 Komentar