Petugas Berjibaku Padamkan Api di Hutan Konservasi Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil
Tim Satgas Karhutla berjibaku memadamkan api yang melalap kawasan Hutan Konservasi Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis. (Foto: Ist)

PEKANBARU, HALUAN.CO - Hingga Minggu (19/1/2020), 40 personel Tim Satgas Karhutla masih berjibaku memadamkan api yang melalap kawasan Hutan Konservasi Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau sejak 5 hari lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Jim Ghafur mengatakan, petugas mengalami berbagai kendala di lapangan dalam memadam api, seperti angin kencang dan cuaca kering.

"Angin kencang dan cuaca yang kering menyebabkan tim gabungan kesulitan memadamkan api. Ditambah lagi sumber air yang sulit dan jauh dari lokasi kebakaran," katanya kepada wartawan, dilansir Riaumandiri.id, jaringan Haluan Media Group) di Pekanbaru, Minggu (19/1/2020),

Lebih 10 hektare kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil terbakar sejak api terdeteksi pada 15 Januari lalu.

Guna mencegah kebakaran tidak meluas, petugas di lapangan telah membuat embung dan sekat kanal dengan menggunakan dua unit alat berat bantuan PT Arara Abadi.

Tim Satgas Karhutla terdiri Manggala Agni, TNI-Polri, dan Masyarakat Perduli Api (MPA) Desa Bukit Kerikil, hingga kini masih fokus melakukan pemadaman.

"Tim masih fokus melakukan pemadaman, sehingga belum memetakan luasan lahan yang terbakar di sana," sebutnya.

Tim Gabungan Padamkan Kebakaran 12 Hektar Lahan Gambut di Inhu Riau