Pinukuik Batang Kapeh, Makanan Legendaris yang Masih Eksis
Pinukuik Batang Kapeh. (Foto: Milna Miana)

BATANG KAPEH, HALUAN.CO - Akhir pekan banyak cara memanfaatkan waktu bersama keluarga. Pemanfaatan waktu bisa dengan jalan-jalan, menonton, dan makan bersama dengan memburu kuliner yang unik. Salah satu kuliner atau penganan unik itu adalah pinukuik.

Pinukuik yang bentuknya mirip dengan serabi dari Bandung, Jawa Barat, secara khas dan melegenda ialah pinukuik yang dibuat masyarakat kecamatan Batang Kapeh, Pesisir Selatan.

Bedanya dengan serabi tentu cara dan proses pembuatannya. Serabi menyantapnya dilengkapi dengan kuah manis dari santan bergula merah karena rasanya hambar jika dimakan langsung. Sedangkan pinukuik bisa langsung dimakan karena rasanya sudah manis.

Pinukuik adalah makanan ringan bisa dihadirkan untuk sarapan dan cemilan. Tak sulit membuatnya, pinukuik nyaris ada di setiap nagari-nagari di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), tapi yang cukup populer itu pinukuik Kampung Pasar Kuok, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapeh.

Pinukuik berbentuk bundar dengan warna dominan putih agak kecoklatan. Terbuat dari tepung beras yang sebelumnya direndam dalam air. Dalam pengolahan, pinukuik dicampur dengan beberapa bahan lainnya, seperti santan, kelapa parut, gula, dan sebagainya. Rasanya lezat dan sangat enak.

Proses memasak menggunakan cetakan berbentuk cetakan logam, kemudian dipanggang dengan sabut kelapa. Tidak perlu waktu lama, sampai pinukuik berwarna agak ke coklatan dan agamanya wangi.

Mencapai Kampung Pasa Kuok membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Painan yang merupakan ibukota Kabupaten Pesisir Selatan atau sekitar 100 kilometer dari Padang, Sumbar.

Salah satu yang terkenal pinukuik yang dihasilkan Etek Enggi yang terletak di Kampung Pasa Kuok. Orang memanggilnya Etek Enggi. Pinukuik yang dihasilkannya sudah cukup dikenal luas. Etek Enggi menghasilkan pinukuik tetap mempertahankan rasa asli dan tradisnya.

Jika ingin mencoba pinukuik Etek Enggi, disarankan sebelum pukul 16.00. Pinukuik adalah makanan yang enak dan nikmat saat dimakan di pagi hari dengan secangkir kopi atau teh panas.

Dibantu dengan satu anak dan satu keponakan perempuannya, Etek Enggi bisa menjual sampai 1.000 lebih pinukuik di hari libur. Pada hari biasanya, sekitar 500-700 pinukuik. Satu pinukuik dibandrol hanya 2 ribu rupiah saja.

Bagi yang ingin melancong ke Pesisir Selatan ini, tak lengkap jika belum mencoba pinukuik Kampung Pasa Kuok, Batang Kapeh. Yang pasti, Anda tak akan bisa makan pinukuik saat kuok (kuap).


Penulis: Milna Miana