Polda Riau Gagalkan Penyeludupan Anak Satwa Dilindungi Badan Dunia
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam memperlihatkan beberapa anak satwa dilindungi yang diseludupkan melalui Riau. (Foto: Ist)

PEKANBARU, HALUAN.CO - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan satwa dilindungi dunia dan mengamankan dua pelakunya, yaitu Yat dan IS.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi ketika memberikan keterangan pers, di Kebun Binatang, Kasang Kulim, Pekanbaru, Minggu (15/12/2019) menjelaskan, satwa yang diselundupkan antara lain singa, leopard dan kura-kura jenis Indiana. Satwa itu diselundupkan melalui perairan Malaysia menuju Indonesia.

“Masuk melalui Perairan Rupat, Bengkalis menuju pelabuhan tikus di belakang Kantor Imigrasi Kota Dumai. Dibawa menggunakan speedboat,” ujar Agung, dilansir Haluanriau.co, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Pekanbaru.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi,yang mengetahui perdagangan satwa itu langsung turun ke Dumai, 13 Desember 2019. Diketahui kalau pelaku, bergerak membawa satwa menuju Pekanbaru.

Setelah diikuti, kendaraan Avanza BM 1470 NV yang ditumpangi pelaku diberhentikan di depan Bank BCA KCP Jalan Riau, Kecamatan Payung Sekaki, Sabtu (14/12/2019) sekitar pukul 03.20 WIB.

Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan beberapa kotak berisi satwa dilindungi.

Dua keranjang kotak warna merah dan biru berisikan empat ekor anak Singa atau panthera leo melanochaita, satu keranjan warna coklat berisi anak leopard atau panthera sp dan tiga keranjang berisikan 58 ekor kura-kura jenis Indiana.

“Satwa-satwa itu dilindungi badan dunia dan negara Indonesia. Satwa dilindungi ini dilarang mengangkut dan memperdagangkannya,” ujar Agung didampingi Kepala BBKSDA Riau, Suharyono dan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.

Pelaku dan barang bukti dibawa ke Kantor Ditreskrimsus Polda Riau untuk pengembangan penyidikan. Menurut keterangan tersangka, satwa-satwa itu akan dibawa ke Provinsi Lampung.

Tersangka mengaku sudah dua kali melakukan penjualan satwa dilindungi. Pertama dilakukan pada Oktober 2019 lalu, yakni membawa Cheetah dari Malaysia menuju Provinsi Lampung.

Dijelaskan jenderal bintang dua itu, pihaknya sudah satu bulan melakukan proffelling terhadap jaringan internasional ini. Polisi masih mengembangkan jaringan lainnya termasuk pemesan satwa.

“Ini satu jaringan. Di mana ada pemesan, ada penyedia, pengantar dan seterusnya. Bersama BBKSDA dan stakeholder lain, Polda akan terus bekerja sama dan menuntaskan perdagangan satwa liar,” tegasnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem dan Undang-undang No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan. Ancaman 10 tahun penjara.