Polisi Amankan 12 Tersangka Karhutla di Riau
Tiga tersangka karhutla di Riau yang diamankan polisi. (Foto: Ist)

PEKANBARU, HALUAN.CO - Polisi telah mengamankan 12 orang tersangka kasus dugaan kebakaran hutan dan lahan (kathutla) di wilayah Provinsi Riau sepanjang tahun 2020 ini.

"Mereka itu merupakan tersangka perorangan, bukan dari pihak korporasi," jelas Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Senin (20/1/2020).

Untuk penanganan perkara, sebut Sunarto, dilakukan oleh sejumlah Satuan Wilayah (Satwil) di Bumi Lancang Kuning ini.

Dimana Polres Bengkalis menangani perkara terbanyak dengan jumlah tiga tersangka dari tiga laporan polisi (LP).

“Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 70,03 hektare,” ujar perwira menengah Polri yang akrab disapa Narto itu dilansir Haluanriau.co, Haluan Media Group (HMG) di Pekanbaru.

Selanjutnya, Polres Indragiri Hulu (Inhu) menangani tiga tersangka. Lalu, Polres Dumai dan Polresta Pekanbaru masing-masing mengamankan dua tersangka. Sedangkan Polres Kepulauan Meranti dan Siak masing-masing satu tersangka.

“Total luas lahan yang disegel dalam rangka penyidikan 80,567 hektare,” imbuh mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Seluruh penanganan perkara itu telah masuk dalam tahap penyidikan. Penyidik, kata dia, masih berupaya melengkapi berkas perkara masing-masing tersangka, dan belum melimpahkannya ke pihak kejaksaan.

Kendati begitu, dia memastikan pihaknya terus berupaya menggesa proses penyidikan hingga tuntas.

Dalam kesempatan itu, Narto menegaskan, pihak kepolisian di Riau sejak awal 2020 ini, menyatakan perang melawan pelaku pembakaran lahan. Selain itu, dia turut memastikan pihaknya fokus melaksanakan upaya pencegahan.

“Karhutla merupakan ancaman yang serius bagi kita. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar di banyak sektor. Terutama sektor ekonomi, transportasi, kesehatan, pariwisata, pendidikan, hubungan dengan luar negeri terutama negara tetangga,” papar dia.

Petugas Berjibaku Padamkan Api di Hutan Konservasi Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil

Dia juga mengatakan jika saat ini Polda Riau juga mengembangkan aplikasi berbasis Android yang diberi nama Dashboard Lancang Kuning.

Aplikasi yang masih terus disempurnakan itu dapat dimanfaatkan oleh anggota polisi maupun personel gabungan dalam melokalisir titik api hingga tertangani dengan cepat.