Polisi Bongkar Bisnis "Lendir" di Blitar, Dipasarkan Melalui WhatsApp
Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard Sinambela bersama wanita Sy (23) selaku mucikari yang memasarkan PSK melalui WhatsApp. (Foto: Ist)

BLITAR, HALUAN.CO - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota membongkar bisnis "lendir" atau prostitusi di kota itu.

Polisi menangkap seorang wanita muda berinisial Sy (23) sebagai mucikari yang memasarkan bisnis "lendir" itu melalui WhatsApp.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard Sinambela menyebut, Sy diburu setelah timnya menggerebek dua kamar hotel di sekitar Alun-alun Kota Blitar yang disewa dua pasangan bukan pasangan suami istri.

Sebab dalam pemeriksaan, dua wanita yang dikencani itu ternyata pekerja seks komersial (PSK).

"Ini merupakan hasil pengembangan razia pasangan mesum yang dilakukan oleh Satreskrim. Setelah tim kami mendapati bahwa kedua wanita itu PSK, tim kami kemudian memburu siapa yang mengakomodir kedua PSK itu," ungkap Leonard, Jumat (17/1/20), dilansir Jatimnow.

AKBP Leonard Sinambela menunjukkan barang bukti bisnis prostitusi dan seorang mucikari yang ditangkap.

Dari pengakuan kedua PSK itu terungkap bahwa mereka bekerja melayani pelanggan atas arahan dari Sy.

Modusnya, para pria hidung belang memesan PSK kepada Sy melalui chat WhatsApp. Sy lalu mengirimkan foto wanita yang bisa dipakai, sekaligus tarif yang dibandrol.

"Sekali kencan, mucikari memasang tarif Rp 1 juta. Dari tarif itu, tersangka Sy mengambil keuntungan Rp 300 ribu," beber Alumnus AKPOL Tahun 2000 ini.

Para pelanggan mendapat nomor WhatsApp Sy dari mulut ke mulut. Sebab ternyata, Sy sudah terkenal dan nomornya sudah tersebar luas.

Penyidik masih terus mendalami dan mengembangkan sejak kapan Sy beroperasi dan berapa PSK yang ia kendalikan.

"Kami jerat tersangka Sy dengan Pasal 296 dan atau 506 KUHP yaitu perbuatan mempermudah percabulan dan atau memperoleh keuntungan dari praktik cabul, dengan ancaman 6 tahun penjara," tegas Leonard.