Polisi Kembali Amankan Pelaku Illegal Drilling di Jambi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Empat pelaku yang diamankan oleh Polres Batanghari Jambi (Foto: Haluanjambi.co/Budi Harto)

JAMBI, HALUAN.CO - Polres Batanghari Jambi mengamankan empat orang pelaku kegiatan illegal driling atau Aktivitas pengeboran minyak illegal sumur-sumur minyak tradisional. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan illegal driling hingga kini masih terus terjadi, meskipun berkali-kali dilakukan penangkapan.  

Sebelumnya Tim Gabungan dari Polri-TNI di Jambi juga berhasil menutup ratusan sumbur minyak ilegal diberbagai kawasan di Jambi.

Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto mengaku penangkapan empat pelaku bermula informasi dari masyarakat, kemudian tim melakukan penyelidikan dan pengerebekan di TKP.

"Di TKP pada siang harinya mereka tidak ada aktivitas, mereka beraktifitas pada malam hari," kata Dwi Mulyanto kepada Haluanjambi.co (Haluan Media Grup), Jumat (10/1/2020)

Menurut Kapolres, para pelaku sengaja melakukan aktivitas pengeboran pada malam hari guna menghindari kejaran para petugas di siang hari.

Keempat pelaku ditangkap sedang beraktivitas di wilayah kerja Pertamina di Desa Pompa Air. Mereka adalah Suyono bin Sukadi ditangkap pada Minggu (5/1/2020) sekira pukul 23.00 WIB.

Lalu, Santoni bin Kailani ditangkap petugas pada Selasa (7/1/2020) sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian Dendi Dwi Putra bin Andi Sustan dan Andi Sustan bin M Haji Idris ini ditangkap pada Selasa (7/1/2020) sekira pukul 21.00 WIB

Empat pelaku Illegal Driling ini dikenakan sangsi pasal 52 Yo pasal 11 ayat (1) UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang gas dan bumi dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 60 milyar.

280 Sumur Minyak Ilegal di Jambi Ditutup Tim Gabungan

Penulis: Budi Harto


0 Komentar